Menentukan pilihan hidup
Menentukan pilihan hidup memang bukan perkara mudah, apalagi jika resiko didalamnya diperkirakan sama-sama memiliki imbas yang cukup besar yang tidak hanya pada diri sendiri tapi juga pada orang disekitarnya.
Dalam posisi seperti ini, rasionalitas jelas harus dijaga agar selalu lebih unggul daripada emosi hati. Meski sudahlah mafhum rasanya tidak ada rasionalitas yang meluap-luap, sebaliknya yang sering ada adalah emosi yang meluap-luap. Dengan kata lain, kalaulah ada “the power of nekad”, maka tentu harus pula diimbangi dengan “rasa syukur yang dahsyat!”
Dan karena hidup itu sendiri adalah pilihan, maka sesulit apapun mau tidak mau tetap harus memilih. Kalau sudah begini, rasanya penting untuk dicatat seperti apa kata Albert Einstein, ” berupayalah tidak hanya menjadi manusia yang sukses, tapi juga menjadi manusia yang bernilai.”
Maka pilihan hidup yang baik tentu tidak hanya semata agar menjadi manusia yang sukses, tapi juga bagaimana menjadi manusia yang bernilai.
Oh .. betapa indahnya! … bila tidak hanya sebatas kata-kata …
Gift buying guide, notes for my wife
It has been mostly 7 years my watch accompany my daily activity, help me run across the days. Keep me safe from many lives’s rule. But it seems like it should be change with the new one, with more feature inside and off course nice looking. Hmm.. Probably new watch like a chronograph watches in this gift buying guide should be good, as it can act as a calendar, timer and even as a compass, almost same as a sport watches.
And just wondering if my wife would kind to give me a gift on my coming birthday, She probably need to see this gift buying guide of clothing for a men with style like me
. As she can find lots of things that I need, like a stylish watch, a leather belt, silk boxer and surely cologne.
So here it is, just for my wife notes. If you read my post here, please don’t be hesitated to check this gift buying guide of clothing for men. There are lots of choices of good stuff that I’m sure you will like it like I do. And in some cases, you already know that actually I also need some comfortable fitness apparel.
Have a nice day!
Bersiap diri Menghadapi Perubahan
Berita tiba-tiba tentang dijualnya seluruh saham perusahaan beberapa waktu lalu tak urung membuat kaget. Dan tentu saja menimbulkan pertanyaan, “ Akan seperti apa kemudian jadinya nanti?”
Kesejahteraan, Keberlangsungan, adalah 2 tanda tanya besar yang menyelimuti pikiran, bahkan bagi sebagian seperti menghantui. Perubahan macam apa gerangan yang akan terjadi? Apakah ini menuju perubahan yang lebih baik atau sebaliknya … saatnya menguji nyali untuk bersiap meninggalkan “comfort zone”?
Diantara pasti dan ketidakpastian, apapun itu, begitulah hidup. Seperti tahun yang terus berganti. Seperti usia yang kapan akan terus bertahan. Maka memang seyogyanyalah selalu siap menghadapi perubahan. Berdamai dengan keadaan ,giat menggali potensi diri, dan selalu mensyukuri nikmat Ilahi.
Nasib itu bukan semata suratan takdir, selalu terbentang harapan untuk orang yang mau berusaha!
Selamat datang 2010! Kusambut engkau dengan senyum mengembang!
Dzulfiqar Faruq
Akhirnya tangisan membahagiakan itu terdengar jua. Senin 7 Desember 2009, pagi yang cerah rasanya semakin indah.
Puji syukur ke hadirat Illahi Rabbi yang telah menganugerahi kami seorang bayi laki-laki. Sebuah anugerah yang sekaligus menjadi titipan amanah.
Dan seperti kali pertama dulu, kali kedua ini pun rasanya tetap penuh sensasi. Rasanya seperti berkelimpahan rejeki. Berkelimpahan yang tak ternilaikan.
Kawan-kawan sekalian, perkenalkan putra kedua kami, … DZULFIQAR FARUQ

- Dzulfiqar Faruq
Pulang berkendara roda dua menikmati angin jalanan
Pulang berkendara roda dua sambil menikmati angin jalanan sungguh menyenangkan. Kadang rasanya seperti jadi pembalap saja. Jika jalanan memungkinkan selalu tak segan memacu laju, membiarkan angin menembus jaket kusam sampai ke baju. Dan kalaupun jalanan terhambat, tinggal menari saja meliuk-liuk diantara deretan roda empat, yang seperti termangu membiarkan waktu berlalu.
Dan bila pulang berkendara roda dua selalu tak lupa berhenti sejenak disepertiga Puncak. Sambil menyeruput secangkir kopi menikmati hijau hamparan teh diperbukitan. Mengagumi Maha Karya Sang Pencipta. Subhanalloh.
Seperti ini dulu bisa sering sekali, sebelum munculnya jalan bebas hambatan yang menjanjikan lebih banyak kenyamanan. Ah yaa … mungkin faktor usia juga, atau terbatasnya waktu luang yang ada. Entahlah … Yang jelas waktu tempuh dua jam sampai tujuan tanpa harus berlelah badan, seringkali berhasil mengurungkan niat pulang berkendara roda dua. Meski untuk itu harus rela melewatkan kesempatan berhenti sejenak disepertiga puncak, menyeruput secangkir kopi sambil menikmati hijau hamparan teh diperbukitan.
Hmm .. entah kapan aku bisa kembali pulang berkendara roda dua sambil menikmati angin jalanan …seperti tempo hari. Memacu laju bergaya pembalap kawakan, meliuk-liuk meninggalkan deretan roda empat yang terhambat, dan teristimewa …. berhenti sejenak disepertiga puncak, menyeruput secangkir kopi sambil menikmati hijau hamparan teh diperbukitan.

Bagaimana dengan anda? Suka pulang berkendara roda dua sambil menikmati angin jalanan?







