dugaan saya kemungkinan besar akibat kehujanan minggu siang 30 agustus yang lalu. memang ini bukan kali pertama saya kehujanan, tapi khusus hari itu, saya akui saya cukup lelah. Energi tersita setelah kurang lebih 3 jam berkutat di ruang panas 150 derajat selsius di tempat saya bekerja.
dan jadilah sampai hari ini badan saya “meriang”.
meriang kali ini tidak seperti biasanya, hanya dengan kerokan sayang istri tercinta, segera berangsur hilang. sebaliknya malah perlu berhari-hari sampai akhirnya rabu pagi yang lalu saya cuti ijin periksa ke dokter. takut saja , ada gejala lain selain meriang, apa itu typhus, malaria, fluburung … ah jangan sampai. Dan Alhamdulillah, hasil cek dokter indikasinya tetap seperti yang saya rasakan … “meriang”.
Jadi waktu dokter bertanya,”Obatnya mau yang jenerik atau yangg… ” “Yang Cespleng aja dok” potong saya. “kerjaan saya dah numpuk, banyak laporan harus dibuat, bla, bla, bla…”
demikianlah awal puasa saya, meriang menjadi bagiannya. Semoga Alloh memberikan kesembuhan buat saya. Amin
3 pesan penting untuk sahabat pengendara roda dua dimanapun berada:
1. musim penghujan segera tiba, pastikan jas hujan selalu anda bawa
2. jika anda lupa , berteduhlah dan jangan paksakan hujan-hujanan.
3. menabunglah dari sekarang, supaya lekas beli mobil kijang
-wassalam
Tags:
kehujanan,
meriang