antara loyalitas vs keterpaksaan bisa jadi tipis saja bedanya alias samar.
Sepintas orang akan mengira loyalitas kita begitu tinggi sampai-sampai dirumah pun masih bersekutu dengan pekerjaan kantor ups! pabrik ding hihihi, padahal bisa jadi sebetulnya karena keterpaksaan. Lha kalau kerjaan nggak bisa dirampungkan sesuai permintaan, apa kata dunia?
kadang saya sendiri agak jengkel kalau lihat mamanya zia masih ketak-ketik , udat-edit, draft perjanjian yang harus ia rampungkan, bahkan kadang sampai larut malam. “Mbok ya uwis to ma, besok lagi. dah malem nih”. Padahal sendirinya juga tidak jarang sampai terkantuk-kantuk berusaha keras menyelesaikan laporan, atau malah terus ngeblog semaleman. Huehehehe
seperti sekarang ini, sambil ngeblog bikin laporan .. agh kapan rampungnya?!
Yap. Bawa pulang pekerjaan kantor pabrik ke rumah, disatu sisi memang bisa dipandang sebagai sebuah bentuk loyalitas pekerja terhadap perusahaan, tapi disisi lain bisa jadi tidak lebih karena keterpaksaan. Terpaksa karena tak ada waktu lagi untuk menunda. Sementara kalau diabaikan, ups! .. bisa dibilang pembangkangan .. ! Maka jadilah antara loyalitas vs keterpaksaan tipis saja bedanya alias samar.
Terlepas dari apalah pandangan seputar mengerjakan pekerjaan kantor pabrik di rumah, selama kita enjoy dan ikhlas bagi saya sih yaa ndak masalah. enjoy your life aja dah!
bagaimana menurut anda?
——
intermezo.
blog saya muncul di halaman kedelapan euy dalam rangka Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 hehehe … meni jauh pisan!
Popular Terms
Brain Training | Tips to Get a Job | Free Educational Resources






Weih..pertamaxx?!
Kalau aku dari dulu nggak ada namanya jam kantor, jam rumah. Di kantor kadang ngurusi rumah, di rumah ya ngurusi kantor. Prinsip target tercapai, kerjaan rampung sebelum deadline. Syukurlah gonta-ganti boss sampe pegneg kok ya masih dimaklumi. Hidup harus enjoy mas…Kecuali tuk anak-istri hrs ada deh…
[Reply]
Hihihihi kalau aku malah kerja di rumah. Kadang kalau terjemahan numpuk, ya baru bisa kerjain saat semua tidur. Dan lucunya kalo tidak ada kerjaan bisa melek tuh mata (insomnia). Tapi begitu kudu untuk kerja bawaan ngantuk mulu. Biasanya kalo udah gitu sambil chat, biar bangun terus hihihi
EM
Ikkyu_sans last blog post..Sabtu yang ajaib
[Reply]
Sepakat, mau di rumah mau di kantor, kalau memang ada kerjaan yang harus digarap ya dikerjakan.
Aku pribadi membatasi diri untuk tidak bekerja pada sabtu dan minggu saja karena pada dua hari itu aku mengkhususkan diri untuk keluarga.
Di luar hari itu, sebisanya pekerjaan diselesaikan di kantor pada jam kerja, tapi kalau memang harus overnight ya sutra, mau gimana lagi..:)
DVs last blog post..Seratus Hari Pertama, Terlampaui
[Reply]
smua ada konsekwensinya yaah…tul tu mas, selama ngerjainnya ikhlas moga2 ga ada masalah d….dan moga2 orang2 terdekatnya juga bisa nerima yaah….
audys last blog post..Sisi Romantis Seorang Ichanx
[Reply]
Kalau aku ?
Tergantung kerjaannya mas …
hahhaa …
Kalo bikin laporan … yo wegah …
Tapi kalo bikin modul Training … mmmmm okelah …
enjoy pren …
Salam saya
NH18
nh18s last blog post..BEL SEKOLAH
[Reply]
Karena suami seorang dosen, menjadi biasa melihat dia mengerjakan pekerjaan kantor di rumah, karena dikantor waktu untuk mengajar atau rapat dan lainnya. Saat anak-anak kecil, saya bawa pekerjaan kantor di rumah, yang baru saya kerjakan jika anak sudah tidur. Setelah anak besar, mengerjakan pekerjaan kantor di rumah, membuat anak-anak juga tahu, bahwa ibupun harus membuat PR, dan ini mendorong mereka rajin.
[Reply]
mas cahyo san.. gimana dengan yang kita bicarain kemaren? tolong kabarin saya ke email ganda.manurung@gmail.com ya mas…
thegandss last blog post..WordPress Trick : Memasang Ajax Preloader Pada Blog
[Reply]
Kalau saya jam kantornya gak tentu, pulangnya mesti biasanya belakangan
Eriks last blog post..PHOTO DAN TAG PERSAHABATAN
[Reply]
Benar mas… kadang sikap loyalitas kita terhadap pekerjaan hanya sebatas ABS, Asal Boss Senang… kadang juga takut dimarahi cos kerja kita ngga becus, semuanya ngga ada salahnya, yang penting si BOSS hatus ngerti juga sama bawahannya.. iya ngga..??
[Reply]
Maaf Mas, saya bukan orang kantoran atawa pabrikan; maksudnya bukan bekerja di kantor atau di pabrik; saya boleh punya pendapat; satu dua kali bisa ditolerir membawa pekerjaan kantor ke rumah, namun tiga empat sampai sepuluh kali, saya rasa akan sangat menggangu apa seharusnya yang dilakukan di rumah; yaitu bukan mengerjakan pekerjaan kantor, bukan?
munawar ams last blog post..Menulis Posting Bermodalkan Komentar
[Reply]
wah aku pns gimana yah kalo mau berpendapatnya…mungkin ngikut ja yang diatas….
harry seenthings last blog post..Online Casino Spiele
[Reply]
Dulu aku sangat seperti itu, Mas. Kerjaan kantor (yang itu pun sudah dilembur-lemburkan) tetap saja kubawa pulang untuk dilanjut mengerjakan. Sampai-sampai aku berpikir: aku ini gila atau terlampau rajin. He-he.
Lama-lama aku jadi miskin sosial. Kepala melulu berisi pekerjaan kantor. Dari secara sistem pembagian waktu, aku mulai merasa itu sudah tak sehat lagi. Hingga aku membutuhkan zona-zona yang lebih netral untuk menyehatkan cara berpikirku.
Kantor adalah kantor. Rumah adalah rumah. Kalau pun kerja di rumah, harus kupastikan itu bukan pekerjaan kantor, melainkan pekerjaan pribadi.
Daniel Mahendras last blog post..Penyanyi Malam
[Reply]
Bener mas, soal dibawa pulang ato tidak ya tergantung orgnya juga. Klo ikhlas ngerjainnya ya gpp. Tp ya klo bisa ya ga usah sering-sering, biar ga mengganggu waktu dgn keluarga.
zees last blog post..Gitar Terindah
[Reply]
Ya sepertinya loyalitas dan keterpaksaan itu tipis bedanya dalam hal kerjaan. Di satu sisi ada tuntutan materi yang kita harapkan dari pekerjaan itu, di sisi lain ada pula jiwa kita yang ikut berjuang membuktikan bahwa kita bisa melakukannya.
Kalau aku sendiri malah sudah sangat susah membedakan mana yang urusan rumah dan urusan pekerjaan. Lah wong sekarang kerjanya dari rumah. Kadang kerjaan jadi break untuk urusan rumah atau malah sebaliknya, urusan rumah jadi tersingkirkan karena mesti menekuni pekerjaan…
Tapi di balik itu, aku merasa tetep enjoy kerja di rumah dan gak merasa kangen balik kerja kantoran lagi. Abisnya di rumah, kerja pake daster aja tetep kerja. Kaki boleh nangkring semaunya di atas kursi hehehehehhe
ichas last blog post..Ajak Anak-anak Bermain di Growing Fun
[Reply]
Kalau si mamah di rumah ngerjain pekerjaan kantor, gimana dong si papah… hihihi…
Hejiss last blog post..Ayo Peduli Fauza Syahfitri
[Reply]
Aku biasa bawa kerjaan ke rumah.. yang gak biasa malah lembur.. jarang sekali kecuali bila jadi panitia2 ini itu.. Pernah ngerjakan sesuatu.. gak terasa temen-temen sudah pulang.. dan ehm.. tiba-tiba tersadar.. pintu klinik sudah dikunci.. hihihi dilantai 3 sendirian..dasar penakut langsung deh teriaakkkkkk sekerasnya.. untung ada yang dengar…
ernaliliss last blog post..Gubraaakkk……, Na… Na.. , Ati-Ati…!
[Reply]
kerjaan yg dibawa ke rumah bukannya kerjaan sidejob ya? hehe..
kucingkerens last blog post..Cinta dan Persahabatan
[Reply]
klo saya malah lebih suka membawa kerjaan kantor ke rumah, terutama yg tidak butuh konsentrasi… Alasannya ya biar cepet pulang..hehehe… Tapi kalau kerjaan yg butuh konsentrasi tinggi ya tidak dibawa pulang ke rumah…karena pasti tidak akan pernah selesai2…
afies last blog post..Cara Penyebaran Virus Polio
[Reply]
yah.. ‘terpaksa’ enjoy ur life hahaaha
[Reply]
Dimanapun tempatnya..dirmah, dikantor..sampai jam berapapun, ndak masyallah..yang penting kerjaan beres. kita mungkin komponen kecil dlam suatu perusahaan, organisasi..atau apalah… tapi setiap komponen harus bekerja dengan baik,bersama sama…biar target tercapai dengan baik. begitu to mas…
[Reply]
memang siy, loyalitas terkadang terjadi karena desakan or kondisi tertentu yang dimana mau gak mau ya harus mau (memang beda tipis dengan keterpaksaan)
tapi kalo pas tanggal 25 (tanggal gajian red), pasti loyalitas beneran tuh
apalagi dapat bonus kekekekekekek *Maklum karyawan matre* he2
Zulhaqs last blog post..Susu Kuda Liar
[Reply]