apa mereka baca postingan saya ya?
sudah beberapa hari ini atau mungkin lewat beberapa minggu saya lupa, yang jelas sekarang tak ada lagi belanja apapun kembali permen seperti yang sudah-sudah
yaa … berapapun nilai belanja saya, si mbak/mas di mart-mart itu tak lagi memberi saya permen
jadinya saya ke-ge-er-ran, apa mungkin yang empunya mart-mart itu membaca postingan saya tempo hari ? .. ah terlalu besar kepala yaa
tapi apapun sebab musababnya saya perlu menyampaikan apresiasi yang sedalam-dalamnya atas niat baik mart-mart itu
dan saya doakan usahanya semakin lancar dan berkah …
beginilah lebih baik saya kira, menempatkan hak diatas keuntungan semata,
tak perlu melihat berapa nilai uang tersisa,
lima ratus, tigaratus, atau seratus perak sekalipun tetaplah hak yang harus kembali secara semestinya
budaya kecil untuk memberantas hegemoni korupsi yang semakin menjadi
bagaimana dengan mart-mart di tempat anda?
masihkah ada belanja apapun kembali permen ?
-------------------------------------------------------------
"Terimakasih Atas Kunjungan Anda di Personal Blog Mascayo.Com | Segala kebaikan hanya MilikNya dan keburukan lahir dari segala kekurangan saya. Mohon dimaafkan bila ada yang kurang berkenan.
Dhimas :
Kembali permen mas..
[Reply]
Daniel Mahendra :
Aku masih kerap mengalami jika belanja di mart-mart tertentu, dapat kembalian permen.
Rasanya ingin sekali permen itu dikumpulkan, dan suatu hari dibelikan barang lagi di mart itu. Pasti ditolak. Dan pada saat ditolak, aku ingin berkata:
“Waktu itu uang kembalian belanja saya berupa permen. Sama saja toh?”
Pastinya tetap ditolak. Hehe.
Daripada jengkel, sekarang setiap dapat kembalian permen, permen itu kutinggal di meja kasir.
“Untuk Mbak saja…”
[Reply]
richard :
yg repot itu, kalo pramuniaganya cantik mas
btw, kalo ndak salah trans tv pernah meliput soal ini kok.
[Reply]
mantan kyai :
kalo saya baca seh… tapii …
yak gak boleh korupsi *halah saya lagi gak konsen*
[Reply]
ma2nn-smile :
sabar aja ya mas……
kan lagi puasa….hehehe
[Reply]
edratna :
Saya masih dapat sesekali, saya anggap biasa, karena mungkin dia tak punya uang Rp.100,-……tapi biasanya nggak saya ambil, karena saya tak suka permen….kecuali permen coklat Van houtten.
[Reply]
Ikkyu_san :
seharusnya pakai sistem point saja, dicatat dalam kartu kalau sudah genap baru ditukarkan uang. Jadi seperti si toko ngutang sama konsumen gitu.
EM
[Reply]
mascayo :
@Dhimas
yah sabar deh .. kan puasa. jangan kegoda permennya
@Daniel Mahendra
wah si mbak pasti seneng
kalau sehari ada 100 pembeli seperti mas, dah bisa dipake jualan permen tuh ..
@richard
kalau cantik pasti ngga bisa nolak
wah.. saya ngga nonton ..
@mantan kyai
iya nih saya juga lagi sok suci hihihihi..
@ma2nn-smile
hehehe iya..
@endratna
wah kalo coklat saya juga suka bu
@ikkyu_san
usul yang bagus
semoga ada pengusaha mart yg baca
[Reply]
marshmallow :
kalau pengalaman di sini (sydney, mas, halahh!), belanjaan gak ada yang kembaliannya permen, karena beda sampe 5 sen itu dibulatkan ke atas atau ke bawah.
mendingan gitu saya pikir.
bener, sebel dapat permen.
tapi gak bisa protes ke kasirnya juga, karena mereka kan cuman pekerja.
marshmallows last blog post..Matahari Hari Ini
[Reply]