... personal blog | Mascayo.Com

Batu Loncatan

“Kalau tau sejak awal niatnya hanya sebagai batu loncatan, sudah pasti tak perlu repot dua kali begini”.

ini adalah peristiwa yang baru pertama kali kami alami. Ceritanya bermula ketika sebulan yang lalu kami mencari bibi baru untuk bantu mengasuh Zia sementara kami bekerja. Kebetulan bibi sebelumnya pulang kampung dan tidak jelas apakah berniat kembali lagi atau tidak. Nah setelah seperti biasa telpon sana-sini, akhirnya salah satu teman lama emaknya zia memberi referensi.

“Coba hubungi mbak ini. Dulu pernah kerja tapi karena krisis ekonomi terpaksa berhenti, dan sekarang sedang mencari kerja lagi”.

Wow, Alhamdulillah akhirnya ada juga. Kami memang terbiasa mencari berdasarkan referensi orang-orang yang kami kenal karena kami pikir ini lebih aman, maka segera saja kami hubungi dan kami sepakati hari dan tanggal penjemputan. Yaa … kami jemput sodara-sodara, supaya kami tau siapa dan dimana ia sesungguhnya berada. :)

Singkat cerita setelah hampir mendekati sebulan kerja, tiba-tiba si mbak bicara: “Bu, mulai minggu depan saya mau berhenti. Saya sudah harus masuk kerja di pabrik lagi”.

Nah lho?! … jadi ikut kami disini beberapa minggu ini hanya sebagai batu loncatan? What a wonderful world :)

Pada prinsipnya kami tidak akan melarang siapa saja yang ikut kami untuk berhenti dan memulai kehidupan yang jauh lebih baik lagi karena tentu saja itu adalah hak asasi. Seperti yang sudah terjadi pada 3 mbak sebelumnya, 1 sampai 2 tahun ikut kami, lalu berhenti untuk menikah dengan pria pujaannya. Dan seperti itu adalah batu loncatan yang menyenangkan untuk kami juga untuk si mbaknya sendiri.

Akan tetapi khusus untuk kasus kali ini,ternyata batu loncatan itu terasa cukup merepotkan. Selain karena waktunya cepat nian, plus kerjaan sedang menumpuk dan tak bisa diabaikan. Hmm …

Bagaimana saudara-saudara, punya pengalaman yang sama? :)


-------------------------------------------------------------

yo"Terimakasih Atas Kunjungan Anda di Personal Blog Mascayo.Com | Segala kebaikan hanya MilikNya dan keburukan lahir dari segala kekurangan saya. Mohon dimaafkan bila ada yang kurang berkenan.

-------------------------------------------------------------
Telusuran Populer
batu loncatan, tanteku selingkuh, maksud batu loncatan, batu lonjatan, kata2 sindiran, metode batu loncatan, cerita bibi, fenomena loncatan batu, makna batu loncatan, btu loncatan
Forum Promosi

Sponsored Links

Comments


  1. Ria :

    wahhhh kasian zia ya kalau gak ada yg jagain…
    aku aja mas…:D
    apa kabar zia dan mamanya zia?
    kayaknya aku dah lama deh gak main2 kesini…

    kalau mamaku malah pernah punya pengalaman buruh mas…pernah mbaknya itu tiba2 kabur membawa serta barang2 berharga di rumah…semenjak itu mama kapok untuk ngambil orang lain…

    Rias last blog post..Password yang baik itu?

    [Reply]


  2. audy :

    waaah…padahal ga gampang yaah buat adaptasi ama orang….moga2 ntar dapat yang lebih bagus d maas…

    [Reply]


  3. Sugar :

    Wah mas …sudah biasa lah soal loncat meloncat cari sesuatu yang lebih baik, tapi ya itu kendala biasanya repot di anak-anak gak ada yg ngater jemput

    [Reply]


  4. Star :

    Wah aq belum pernah punya pembantu sich di rumah..

    [Reply]

  5. iya nih, belum pernah ngrasain punya pembantu, hihi

    rayearth2601s last blog post..Antivirus smadav 2009 rev.3 dirilis

    [Reply]


  6. abang :

    Bersandar dulu disini …lama abang gak maen kesini mas ..nice post ..!!!

    abangs last blog post..Bidadari Kecil

    [Reply]


  7. endar :

    saya belum pernah punya pengalaman seperti itu. alhamdulillah di tempat saya tidak ada bibi

    endars last blog post..Arti kehadiran

    [Reply]


  8. ifoel :

    menjengkelkan ya..?? tapi aku ngga biasa loncat2 kok bang.. xixixixi.. becanda… met liburan ya..??

    [Reply]

  9. Kebetulan banget pas aku butuh orang untuk momong anakku, si mbak itu datang. Dia janda dengan 2 orang anak. Walaupun 1 orang anaknya ikut tinggal dengan kami, nggak masalah..asalkan dia bisa menjaga anakku sebagaimana aku menerima anaknya untuk untuk tinggal disini. Simbiosis mutualisme :mrgreen:

    p u a ks last blog post..That kiss.. (about me and Flo)

    [Reply]


  10. DV :

    Dulu saya juga seperti itu, Mas.. Mama saya sering kehilangan pembantu karena kalau nggak alasannya menikah atau disuruh pulang ke kampung untuk musim panen di desanya….

    Menyebalkan? Pasti… tapi ya mau gimana lagi, kehidupan kadang menuntut kita untuk tergantung pada hal-hal yang “sepele” seperti itu.

    Jalan keluarnya? Entahlah, tapi yang pasti di sini, Australia sini, karena mungkin saking mahalnya harga pembantu, kami tak terbiasa menggunakan jasanya…

    Kami semua, laki bini adalah pembantu bagi diri kami masing-masing :)

    Selamat berpusing ria.. hahahahah!

    DVs last blog post..Pertanyaan Terbuka

    [Reply]

  11. hehehe, pasti cukup kesulitan ya cari ganti yang baru

    utaminingtyazzzzs last blog post..Fram’s Wedding

    [Reply]

  12. Emang merepotkan sekali mas kejadian seperti itu mana susah nyari gantinya lagi

    achmad sholehs last blog post..Fenomena Nikah Sirri

    [Reply]


  13. novi :

    setahu saya (krn gak pernah punya pembantu jadi ini pengalaman tetangga) seorang berhenti jadi pembantu kerena akan menikah di kampung. tp untuk yang satu ini benar2 tega dan gak tahu diri. bolehlah kalau mmg kerja ditempat lain itu hak asasi, tapi harusnya dia sungkan untuk menyebut alasan yg cukup vulgar spt itu. apa gak bisa pake alasan lain. benar2 gak punya ati lah…

    novis last blog post..Nikah Cukup Sekali Kecuali…

    [Reply]

  14. Saya juga baru dapet Mas…mudah-mudahan bukan untuk batu loncatan

    Narmadis last blog post..Withdraw Paypal Hari ini di Rp 11.723,4

    [Reply]

  15. sulit memang ya…
    batu loncatan sih sering sekali ibu saya alami. Tapi sekrang asistennya melapor ke ibu muda (adik saya) dan biasanya mereka berasal dari keluarga jauh adik ipar sehingga ada semacam toleransi yang tinggi.

    Sulit memang membina “sense of belonging” orang Indonesia

    Ikkyu_sans last blog post..Hari ke 17 – Arisan dan Inisiasi Sashimi

    [Reply]

  16. Saya merasakan hal yang sama, saat anak-anak kecil. Jadi akhirnya saya minimal punya 2 pembantu, itupun nggak boleh kompak banget (gaji dibedakan), karena kalau kompak, maka sewaktu-waktu dengan enaknya mereka pamit pulang.

    Akhirnya saya mencoba berbagai ramuan, dan mereka biasanya memang tahu kalau punya anak kecil, kita memang butuh banget…jadi biasanya saya membayar jauh diatas sekeliling plus bonus, misalnya:a) jika anak tidak sakit dalam satu bulan,b)jika berat badannya menambah, setiap ons tambahan di hargai. Juga saat anak mulai sekolah, jika mereka rajin menunggu anak belajar, dan anak dapat ranking ada bonusnya (ini akhirnya saya cabut, karena mereka memaksa anak untuk duduk di kursi dan belajar terus).

    Pada akhirnya, kita punya pembantu untuk berbagi…dengan tawaran yang lebih tinggi dibanding kerja di pabrik, makan, sabun, odol dan sakit ditanggung, mereka memilih ikut kita. memang gaji kita jadi banyak untuk mereka, bahkan merekapun ikut minum susu… apa boleh buat, mereka juga akan loyal jika dianggap keluarga. Kamarpun tersendiri, kamar mandi sendiri, dan ada televisi sendiri (daripada anak ikutan nonton sinetron yang aneh2)

    Dicoba mas, dengan berbagai ramuan, mana yang pas…dan aturan dirumah, setelah jam 10 malam, tak boleh menyuruh pembantu agar mereka bisa istirahat, cuti sebulan sekali…dia bisa jalan-alan keliling Jakarta beserta teman-teman..kalau majikan turne, yang diingat oleh2 untuk anak-anak dan si mbaknya.

    [Reply]


  17. Pakde :

    Batu loncatan akan bagus jika dibarengi dengan itikad untuk tampil dan menjadi pribadi yang lebih cerdas, charming, pinter dan hebat.
    Radio dan TV ibarat kakak beradik, banyak yang bekerja di Radio akhirnya bermuara di TV. Iya kan? Dan jarang orang TV masuk di Radio…aneh nya di situ…
    Banyak faktor yang menyebabkan sesorang melompat dari tempat yang rendah sampai tempat yang tinggi..tujuannya pasti beda-beda….

    Hati2 keseringan melompat akan membuat kita jatuh juga. pastikan batu pijakan selanjutnya cukup kokoh dan kuat. itu saja

    [Reply]


Add Your Comment

CommentLuv badge