Biaya kuliah murah Rp.180.000 per semester

Category : uneg-uneg
Biaya kuliah murah Rp.180.000 per semesterby cahyo mulyonoon.Biaya kuliah murah Rp.180.000 per semesterBiaya kuliah murah Rp.180.000 per semester itu dulu, sewaktu masih gaya-gaya-an nggak mau kalah mencoba melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri. Bersyukur? Sudah pasti. Sebab kalau melihat kondisi sekarang ini, ..Asli! … miris meringis! Meski biaya kuliah kelihatan relatif murah, dulu itupun tetap saja orangtua harus berjuang mati-matian.Kepala dijadikan kaki, kaki dijadikan kepala demi membiayai […]

Biaya kuliah murah Rp.180.000 per semester itu dulu, sewaktu masih gaya-gaya-an nggak mau kalah mencoba melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri. Bersyukur? Sudah pasti. Sebab kalau melihat kondisi sekarang ini, ..Asli! … miris meringis!

Meski biaya kuliah kelihatan relatif murah, dulu itupun tetap saja orangtua harus berjuang mati-matian.Kepala dijadikan kaki, kaki dijadikan kepala demi membiayai studi agar tak terhenti.Barangkali orangtua sudah kadung seneng, anak bungsunya yang cuma lulusan sekolah kejuruan ndilalah diberi rejeki melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri. Besar berharap bisa mengubah garis keturunan keluarga selanjutnya. Dalam artian, ngga miskin terus gitu … :) (Ah terimakasih bapak/emak, telah berjuang memberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan.)

Tapi kalau kondisi masa itu seperti kondisi saat ini, ceritanya tentu akan lain lagi. Bisa jadi harus lebih berkompromi, misal menerima saja tawaran menjadi kuli teknisi, sesuai bidang kejuruan yang sudah dipelajari.

Singkat kata, biaya kuliah murah Rp.180.000 per semester sepertinya kini hanya tinggal kenangan. Sesuatu yang semestinya menjadi kesempatan luas bagi siapa saja anak negeri ini.Blah! saya malah mulai berfilosofi. Basi!

university student

Jadi masihkah bisa tetap berharap agar kesempatan mengecap pendidikan setinggi-tingginya tetap terbuka seluas-luasnya tidak hanya untuk anak dari kalangan berada? akan tetapi juga bagi mereka dari kalangan tidak berada?. Tidak terbatas bagi sekelompok anak yang unggul karena bibit awal dari sononya juga sudah unggul?, tapi juga bagi mereka yang mungkin memang otaknya pas-pasan tapi sungguh berkehendak untuk mengubah keadaan?, minimal tidak untuk dirinya tapi untuk generasi keturunan berikutnya!.

Hmm… sudah miskin,ndak pintar, tak ada kesempatan merubah nasib pulak?! Tega nian!

 


Related Posts