Jual rumah via broker properti maksudnya sudah jelas kita kerjasama dengan perantara broker. Awalnya saya sama sekali tidak berminat untuk menjual rumah lewat broker properti. Alasannya memang cukup mengada-ada, atau lebih tepatnya karena saya gak tau, bagaimana sih kalau kita mau jual rumah via broker?
Ditambah lagi saya lihat beberapa rumah tetangga saya yang juga mau dijual, meski sudah lama dipasang papan broker sampai pagar rumah penuh dengan iklan rumah dijual tapi,… sampai berbulan-bulan atau bahkan lebih dari setahun, gak juga laku terjual.
Tentu saya gak menyalahkan sang broker, bisa jadi yang empunya rumah matok harga terlalu tinggi, atau rumahnya itu sendiri kurang menarik minat pembeli.
Jadilah saya berjuang sendiri. Tempel pengumuman di jendela, pasang iklan di portal iklan rumah. Terakhir dibantu temen bikin thread di kaskus. Dan ternyata eh … jualan di kaskus itu cepet juga. Asal rajin nyundul, gak pake lama telpon berdering.
Hallo? Selamat siang pak?
Ya, siang mbak.
Mau tanya, rumahnya yang mau dijual masih ada pak?
Ya masih mbak.
Begini pak. Saya Atika dari broker Omah Properti mau menawarkan kerjasama. Bla,bla,bla … Bagaimana pak?
Oh dari broker properti ya? Emhh …. ?&*&???…. (bingung mau jawab apa
Singkat cerita, ketakberminatan saya untuk menjual rumah via broker akhirnya luruh juga. Bahkan akhirnya rumah itu pun bisa terjual berkat jasa sang broker. Wah senangnya …
Dan dari pengalaman saya ini, paradigma saya tentang menjual rumah via broker sedikit berubah. Ternyata enak juga kerjasama dengan broker.
[orderbox]
Alasan subjektifnya kira-kira seperti ini:
- Saya nggak capek. Dari awal ketemu pembeli, proses negosiasi,proses urusan jual beli, dan lain-lain semua broker yang urus. Saya tinggal duduk manis sampai tiba hari H tanda tangan akte jual beli.
- Saya nggak keluar uang. Tadinya saya pikir, saya mesti setor dulu untuk biaya administrasi atau apalah gitu. Ternyata sama sekali nggak perlu. Bahkan untuk ongkos appraisalpun brokernya yang keluar uang lebih dulu.
- Saya nggak pusing mikirin komisi. Karena ternyata ada opsi brokernya cari komisi sendiri. Saya tinggal sebutkan berapa net yang saya mau, dengan pajak ditanggung atau tidak.
- Saya masih boleh menjual sendiri. Karena dasarnya saya nggak tau, saya kira kerjasama dengan broker itu mengikat. Ternyata nggak juga. Selama belum deal dengan pembeli, saya bebas menjual sesuka hati.
- Pagar saya tetap bersih. Mungkin tergantung brokernya, tapi dengan broker yang satu ini, pagar saya tetap bersih, tanpa banyak tempelan papan iklan. Menjaga keindahan
. - Terakhir, ini gak tau bener apa nggak. Yang jelas saya beruntung ketemu broker properti yang satu ini. Karena mereka ternyata gak ambil untung terlalu tinggi. Alhasil rumah saya jadi cepat terjual. Wah senangnya ….
[/orderbox]
Bagaimana dengan Anda, mau jual rumah juga?
Saran saya, coba jual di kaskus, siapa tahu ketemu broker properti seperti saya
Wassalam,
