cerita perjalanan pulang, singgah pertama di semarang

Category : cerita ringan
cerita perjalanan pulang, singgah pertama di semarangby cahyo mulyonoon.cerita perjalanan pulang, singgah pertama di semarangmemupuk tali silaturahmi itulah setidaknya yang dipetik dari perjalanan pulang tempo hari. 13 jam kurang lebih dari Tangerang, akhirnya sampai juga di Semarang. Diselingi Solat Subuh di Tegal, dan sarapan pagi ayam bakar di alas roban. Sayang zia tidak bisa menikmati ayam bakar alas roban, mungkin dagingnya kurang empuk untuk ukuran Zia. Surprise juga melihat […]

zia dan mamamemupuk tali silaturahmi itulah setidaknya yang dipetik dari perjalanan pulang tempo hari. 13 jam kurang lebih dari Tangerang, akhirnya sampai juga di Semarang. Diselingi Solat Subuh di Tegal, dan sarapan pagi ayam bakar di alas roban. Sayang zia tidak bisa menikmati ayam bakar alas roban, mungkin dagingnya kurang empuk untuk ukuran Zia.

Surprise juga melihat perkembangan Tembalang di Semarang sejak terakhir 7 tahun yang lalu tinggal disana, dan sedikit bingung mencari-cari lagi , “Rumah Bapak kost ku yang mana yaa?” Dulu disekitar jalan itu belum ada Bank, lha kok sekarang ada Bank, .. jangan-jangan rumah bapak kost juga sudah hengkang. Hmm … 7 tahun berlalu tidak terasa, sama tidak terasanya saya yang semakin tua. tau-tau sudah punya Zia … hahahaha …

Ternyata Bapak dan Ibu Kost masih seperti dulu, saya masih mengenalinya dengan baik, begitu juga mereka masih mengenali saya dengan baik. Surprise bertemu mereka, lebih surprise bertemu dengan anak-anaknya. Gyaahhh .. dulu masih kecil-kecil, sekarang dah GEDE .. sudah ganteng-ganteng dan cantik. Ya iyalah, masak mau kecil terus (kalau saya emang dah ngga mungkin tambah gede, kecuali membesar kedepan dan melebar kesamping hehehe .. situ juga kan? )

psstt ..selain surprise bertemu saya, kayaknya bapak ibu kost lebih surprise lagi bertemu mamanya zia… hihihi. “Ohh ini toh istrinya mas cahyo”, barangkali itu yang ada dipikiran mereka, sambil berusaha menyimpan masa lalu saya. Hehehe .. masa lalu yaa masa lalu bu, biarlah menjadi pengisi warna cerita kehidupanku hehehe .. (mungkin saking nggak tahannya ingin cerita, akhirnya bapak kost nyeletuk juga, ” Mas Cahyo, itu Mbak … sudah punya anak lho” . Hihihi .. iya pak, saya sudah tahu :)

Anyway, senang rasanya bisa bertemu kembali dengan bapak ibu kost yang sudah sangat berbaik hati menampung saya 4~5 tahun lamanya. Ada kepikiran mau mengajak kembali teman-teman satu kost-an untuk reuni bersama. Duuh .. bisa nggak yaa terlaksana?

Setelah berkeliling kampus sejenak, ada rasa rindu mengenang perjuangan tempo dulu. Sayang saya tidak sepenuhnya tetap berada di jalur kedisiplinan ilmu yang saya pelajari. Meskipun nggak terlalu melenceng sih, masih nyambung-nyambung sedikit. Terpikir adakah ilmu praktis yang bisa saya berikan untuk adik-adik saya? hmm.. pelajaran tentang six sigma mungkin menarik untuk diceritakan .. yah, kapan-kapan dah

Lepas tengah hari, perjalanan dilanjutkan mampir ke pedurungan. Memang agak berbalik arah sejenak. Tapi tak mengapa, berhubung kerinduan bertemu dengan kakak ipar juga sama adanya. Apalagi ketika tempo hari papi-mami Dar (begitu biasa kami memanggil) terkena musibah jatuh dari motor, dan kami belum sempat menjenguk.

Istirahat sejenak, lepas Ashar rencana perjalanan dilanjutkan ke tujuan utama menengok Ibu di Klaten.

istirahat dulu ah …

Related Posts