Cuci Piring
Melanjutkan cerita kemarin seputar membantu orangtua bisa lewat apa saja, termasuk dengan cara membantu pekerjaan rumah tangga. Nah! … yang juga sering dan susah-susah gampang dikerjakan adalah “cuci piring”.
Lho kok susah-susah gampang? Memangnya kenapa? Kenapa ngga, “gampang dikerjakan saja?!”
Cuci piring memang gampang, tapi bagi sebagian orang juga bisa jadi susah-susah gampang. Lha gimana nggak kesannya susah, kalau setiap kali cuci piring mesti ada korban satu atau dua gelas / piring yang pecah? … praannnkkk!!!
Ini bukan lagi-lagi mengekspos kejelakan kakak saya, huehehehe … tapi ya gitu deh. Kalau diinget-inget lagi, kok bisa sih dulu itu kalau kakak saya kebagian tugas cuci piring,mesti ada satu atau dua gelas / piring yang pecah. Heran dah!
Barangkali karena tabiatnya yang ingin cepat-cepat selesai dan ngga mau repot-repot keluar tenaga banyak, jadi pakai sabun coleknya kebanyakan, dah gitu ngambil gelas atau piringnya buru-buru. Ya sudah, kalau ngga hati-hati … meleset deh. Ujung-ujungnya …praannnkk!!!
Anyway, diluar masalah cuci piringnya, ada satu kebiasaan yang berbeda antara kita orang Indonesia dengan mereka orang Jepang. Khususnya dilingkungan kerja *kalau dirumah ngga ngerti dah, mungkin bisa ditanyakan sama Bu Imelda ![]()
Kebiasaan itu adalah selalu mengembalikan piring dan gelas bekas pakai ke tempat cuciannya atau ketempat dari mana ia berasal. Saya melihat ini sewaktu tempo hari sempat merasakan makan di kantin pabrik di Jepang sana. *ups sombongnye .. hehehe. Tapi dulu saya pikir, mereka begitu karena dikantin sana, memang disediakan bak khusus untuk piring dan gelas bekas pakai. Tapi ternyata kebiasaan mereka begitu itu tetap berlaku ketika mereka makan di kantin pabrik di Indonesia sini. Padahal ngga ada tempat khusus untuk mengembalikan piring dan gelas bekas pakai. Padahalnya lagi sudah ada petugas khusus yang merapihkan piring dan gelas pakai.
“Jadi, kalau para pekerja lokal setelah makan, piring dan gelas ditinggal begitu saja, mereka tidak. Mereka mengembalikkan sendiri piring dan gelas pakai itu ke kantin dimana mereka membeli makanan. Hebat ya?!”
Ah lagi-lagi saya merasa kalah satu langkah .. hehehe
But, mudah-mudahan gadis manis dibawah ini tetap rajin mengembalikan piring dan gelas pakai ke tempat cucian sekaligus mencucinya .. hihihihi…
Action..!!!

-------------------------------------------------------------
"Terimakasih Atas Kunjungan Anda di Personal Blog Mascayo.Com | Segala kebaikan hanya MilikNya dan keburukan lahir dari segala kekurangan saya. Mohon dimaafkan bila ada yang kurang berkenan.
DV :
Di sini juga gitu, Bung!
Tak peduli bos ataupun buruh, kalau udah selesai makan dengan kesadaran sendiri mereka langsung mencuci dan mengembalikan ke tempat yang benar.
Tampaknya ini memang perkara tradisi dan kebiasaan saat ini yah…
.-= DV´s last blog ..Menikah itu Bagaikan Kiamat =-.
[Reply]
Eka Situmorang - Sir :
Budaya yang patut di contoh
btw itu yg nyupi (nuci piring) siapa mas?
Anaknya ya?
Aduh2 pinter yaaa
Mau bantuin tante eka di rumah
hehehehe
kabuuur takut dikempalng bapaknya hhahhaa
.-= Eka Situmorang – Sir´s last blog ..Sebuah Pertanyaan [Alnect Komputer] =-.
[Reply]
Indonesia Menulis :
Wah! Aku sering bantuin nyuci piring istriku nich.
[Reply]
KangBoed :
Waaaakaakaakakak.. anaknya pdah bisa bantu orang tua salut mas cahyo
Salam Saayang
.-= KangBoed´s last blog ..Perjalanan Hidup =-.
[Reply]
Ikkyu_san :
Hmmm
sebetulnya bukan hanya di kantin saja.
coba deh ke gerai MC Donald/kentucky/coffe shop apa saja deh.
SEMUA ORANG pasti mengembalikan bekas mug/tray ke tempat disposal, buang kertas dan sisa makanannya (dipilah lagi). Tidak ada yg meninggalkan di tempat duduk. Justru kalau meninggalkan begitu saja, akan diliatin orang sekampung. NO MANNER!
Dan aku pun selalu termangu kalau pergi ke franchise yang sama di INdonesia, karena tidak biasa meninggalkan semuanya di atas meja. (Padahal disediakan juga kan tempat sampah/disposalnya?)
Selain masalah kebiasaan, masalah upah buruh yang tinggi, ini juga mencerminkan budaya Indonesia yang masih FEODAL … ada pembantu kok, ngapain gue nyuci… ada pelayan kok, ngapain gue bawa tray itu ke tempat pengumpulan itu. Ada OB kok, ngapain gue musti bikin kopi/teh sendiri. Kalo bisa sampah dibiarin di atas meja, kan ada OB ntar yang bersihin.
Mungkin yang baca akan komentar “EM sok tahu…”
But, sometimes kamu harus keluar sarang dulu untuk bisa melihat ada hutan di luar sana yang lebih indah, hijau dan teratur.
.-= Ikkyu_san´s last blog ..Semester dan persahabatan =-.
[Reply]
ernalilis :
wah.. Zia sudah pinter gitu gayanya…:)
.-= ernalilis´s last blog ..Me and My HNP.. =-.
[Reply]
afwan auliyar :
sepertinya bu imelda memang bener2 memberikan gambaran yg jels ttg budaya indonesia yang satu ini
…
jadi tersindir neh, tp kadang itulah tabiat yang memangmash feodal ini harus d rubah bu
BTW, sepertinya rajin neh bantu ibunya… tuch gadis buat nyuci piring
.-= afwan auliyar´s last blog ..pilpres 1 putaran atau pilpres 2 putaran =-.
[Reply]
Blogger Senayan :
apa kabara mas
hehehe, ini salah satu pembelajaran penting ya………
tx
.-= Blogger Senayan´s last blog ..Merokok Adalah Pembunuhan Berencana =-.
[Reply]
mas8nur :
Wuih cuci piring …… itu sih dah kerjaan sejak masih imut2 dulu…..aturan Ortu makan harus cuci piring sendiri kalau nggak pakai daun aja?…Tuh khan! Coba deh diterapkan ke anak dijamin protes.
[Reply]
zee :
Huehueheee…. aduh Zia rajin bener. Masih kecil udah pinter bantu orang tua, mudah2an besarnya juga ya.
Kalo saya waktu kecil dulu paling males disuruh bantu-bantu, pasti lari…
.-= zee´s last blog ..Kulit Item? Siapa takut? =-.
[Reply]
deby :
masih kecil rajinnya…
aku dulu gag mao cuci piring ndiri…
.-= deby´s last blog ..Tanda – Tanda Doi Juga Naksir kamu =-.
[Reply]
Ade :
Dulu saya kebagian tugas nyetrika Mas..

lumayan sauna gratis
.-= Ade´s last blog ..Hidup bagaikan sudoku =-.
[Reply]
edratna :
Memang sebaiknya dilatih sejak kecil sehingga nanti menjadi kebiasaan, risih kalau melihat barang berantakan.
Dalam hal kebersihan, kayaknya kita memang masih kalah ya?
.-= edratna´s last blog ..Mencoba makanan di “Cafe Batavia” =-.
[Reply]
nina :
Zia? jadi anak yang solekhah ya nak,
[Reply]
Zulhaq :
hebat hebat hebat….
jadi nggak ada tumpukan piring kotor he2
btw, jadi ingat waktu jaman merantau di jakarta
demi dapat makan, bantu2 orang cuci piring
tiap pagi siang sore, hari hari hikzzzz
tpai, semua itu indah kok kalo dinikmatin…
selamat sore om
.-= Zulhaq´s last blog ..Kejutan Cucakrowo Sinting =-.
[Reply]
mentari :
mudah
[Reply]
mentari Reply:
November 25th, 2010 at 1:13 pm
sekali ea
kckckckkckckkck
lumayan lah
[Reply]