Harta Karun itu

Harta karun itu tak lain adalah a-n-a-k!
bagiku mungkin juga bagi sebagian orang, karena tak selalu bagi semua orang, anak adalah harta karun tak ternilai. Maka tak heran bila dalam persengketaan dua insan berpisah, selalu anak menjadi rebutan. Meski ada juga bagi sebagian yang lain, harta benda lebih menjadi pilihan. ah! Dan sungguh tak masuk diakal ketika ada segelintir lainnya tega menyia-nyiakan anak. Astaghfirullah!

Dulu ketika masih melajang, hidup rasanya tak beraturan. Sekarang setelah punya anak, hidup terasa lebih nyaman. Ada lebih banyak tujuan, keinginan, harapan yang membuat hidup semakin menggairahkan. Alhamdulillah.

Aku sungguh bersyukur, Yang Maha Kuasa mengabulkan doaku kala itu. Menikah! Meski bapak sendiri terheran-heran, siapa yang akan aku nikahi? Aku hanya menjawab,”aku tak tahu, pokoknya aku berniat menikah tahun ini!” Sungguh!, hanya berbekal niat yang tulus hadir dari lubuk hati, aku ingin hidupku lebih berarti dan diRidhoi, maka aku ingin segera menikah. Barangkali ini adalah panggilan fitrah. Aku tak mau membiarkan lebih banyak lagi waktu terbuang percuma, aku tak mau menunggu kesiapan materi yang tak kunjung puas terpenuhi, aku tak mau memperpanjang dosa sebagai laki-laki lajang. Gyah!!!

Dan demi kutahu menikah itu sungguh lebih dari sebuah keajaiban, maka tak jarang kusampaikan pada setiap kawan, rekan, sampai bawahanku di pekerjaan, betapa menikah itu teramat sangat indah jauh diluar khayalan!

Kini tentunya harta karun itu harus kujaga semampu kubisa. Salah satunya adalah dalam ikatan tali pernikahan yang menjunjung nilai kesetiaan. Semoga!Semoga!Semoga!!!

39 Comments »




Leave a Reply

CommentLuv Enabled