Ibu sudah sepuh, kalau hendak berdiri khawatir jatuh

Yaa, ibu memang sudah sepuh, kalau hendak berdiri khawatir jatuh. Jadi kami harus ekstra hati-hati merawat beliau. Dan tujuan utama kepulangan tempo hari adalah menengok Ibu, ditambah lagi memang Ibu sendiri jauh-jauh hari selalu menanyakan kapan putri bungsunya akan pulang. Kerinduan Ibu mungkin sudah tak tertahankan.

Saya sendiri memang jarang pulang, entah karena alasan pekerjaan, ngga punya cuti, atau memang rejeki yang terbatas. Meski begitu setidaknya selalu saya usahakan agar istri saya (putri bungsu ibu) rajin pulang. Mudah-mudahan besok-besok selalu ada tambahan rejeki, agar kami semua bisa sering pulang bersama. Amin.

Dua hari kesempatan bersama Ibu, tentu saja Ibu senang. Terutama tentu senang bisa bertemu dengan putri bungsu kesayangannya. Putri bungsu ibu memang cukup cekatan dan memanfaatkan dengan baik kesempatan bertemu Ibu. Mulai dari memandikan, meng-keramas-kan, memijat, mengambil makanan, menyuapi, memapahnya berdiri dan lain sebagainya , semua dilakukan dengan telaten dan penuh rasa sayang. Saya sendiri kagum sama kedewasaannya. Alhasil saya sempat kelu waktu entah disengaja atau tidak Ibu bicara, “duuh punya anak banyak, semua pergi jauh-jauh” (kira-kira intinya begitu, aslinya versi bahasa Jawa). Dan saya adalah salah seorang yang membawa pergi jauh salah satu anaknya, putri bungsu ibu. Maafkan saya Ibu.

Bagaimanapun rejeki, jodoh, mati saya percaya Allah SWT sudah mengaturnya. Mohon do’a restumu Ibu, teriring doa semoga Allah SWT senantiasa melindungimu. Amin,-

Lalu bagaimana jika saya sudah tua nanti? Tentu bisa jadi saya akan merasakan hal yang kurang lebih sama seperti yang ibu rasakan, manakala Zia pergi melanjutkan hidup sesuai pilihannya.

Dan kembali saya harus tetap percaya bahwa rejeki, jodoh, mati Allah SWT sudah mengaturnya.

adakah anda merasakan hal serupa?

14 Comments »




Leave a Reply

CommentLuv Enabled