Laporan pakai bahasa indonesia
[my first question is ,"kenapa anda membuat laporan pakai bahasa indonesia ? .. Really membosankan yanaa...."]
glek! iya ya?, kenapa juga saya biarkan laporannya pakai bahasa indonesia? .. yah .. saking banyaknya hal yang ingin saya jelaskan dalam QA meeting kali ini, jadilah sedari awal saya buat dulu laporannya pakai bahasa indonesia, maksudnya supaya lancar gitu. pikir saya nanti kalau sudah selesai tinggal saya translate.
Lha .. kok sampai waktunya tiba, saya malah nekat. pikir saya lagi,.. biar ah kali ini laporannya pakai bahasa indonesia, .. translatenya nanti saja sekalian pas presentasi. *waktunya ngga keburu!
malang tak dinyana .. mungkin bahasa terjemahannya sungguh belepotan, jadinya bos ngga “mudheng” apa yang saya sampaikan. atau dah keburu ngga mau “mudheng” yaaa?
Pffuihh!! apa boleh buat. “I’m really sorry sir hehehehe .. ”
Sebetulnya ngga ada hukum tertulis, laporan QA Meeting itu harus dibuat dalam bahasa indonesia atau bukan. buktinya bos sebelumnya ngga masalah, …
Tapi memang saya salah sih … sudah tau bos yang satu ini belum menguasai benar bahasa indonesia .. lha kok saya malah nekat .. huehehehe..
tapi yaa sudahlah .. ambil hikmahnya saja. Next QA meeting saya buat dua versi saja, pakai bahasa indonesia buat dikonsumsi rekan-rekan sepekerjaan, bahasa lainnya buat bos, buat dokumen iso, dan lain sebagainya.
btw, krisis global mulai menampakkan taringnya nih … huhuhuu … gawat .. gawat!!!
Anda baik sekali, mau mampir ke blog saya. Saya doakan Anda selalu sehat dan banyak rejeki. Amin.
Saya Cahyo, KuliPabrik, Tangerang, menikah, satu istri, satu putri . Ini blog personal
saya,... masih belajar. Jadi harap dimaklum kalau ndak ada yang spesial.
Bila ada yang kurang berkenan mohon dimaafkan, tapi bila ada yang bermanfaat .. yah itu hanya kebetulan.
Seperti Anda, saya juga suka berteman. Jadi silahkan jangan sungkan tinggalkan pesan. Salam!








November 15th, 2008 at 4:03 am
Setuju dengan mbak Imel tuh: mewajibkan expat dari luar harus mengikuti ujian kemampuan bahasa Indonesia.
—-
hehehe … iya nih, nanti mbak imel saya promosiin aja deh..
Daniel Mahendras last blog post..Seberapa Kalap Anda Terhadap Buku?
November 14th, 2008 at 8:12 am
lapor: saya sudah baca artikel ini. laporan selesai.
—-
laporan diterima. Kembali ketempat!
ayass last blog post..Koleksi Blog
November 14th, 2008 at 2:58 am
hmmm bukannya sekarang (pas Bu Presiden kalau tidak salah) mewajibkan expat dari luar harus mengikuti ujian kemampuan bahasa Indonesia? Ini harus dijalankan benar kalau tidak cuma jadi slogan (kalau tidak salah Depnaker punya gawe)
Mustinya bos ada sekretaris yang bisa translate kan? Itu tugas dia tuh hehehe. Nakamura san????? Kamu musti belajar bahasa Indonesia di Tokyo dulu atuh. Ke SRIT aja…(promosi heheh)
EM
—–
hehehe .. kemaren beliau nyengir lagi, saya bikin Schedule Test pakai Bahasa Indonesia .. hahaha .. lha gimana, sechedulenya kan buat dipakai anak-anak di lapangan ..
minta kartu namanya bu, nanti saya kasihkan hihihi ..
Ikkyu_sans last blog post..Pentas Kabuki
November 13th, 2008 at 8:09 pm
taring krisis global itu spt apa sih? Lebih tajam mana taringnya dg punya kucingkeren??
—
kayaknya lebih tajam taring kucing, bisa berdarah-darah kalau kena wuehehe..
kucingkerens last blog post..I ‘m Yours…
November 13th, 2008 at 9:24 am
Ini dampak dunia profesional yang makin global. Di kantor saya, mau gak mau semua email dan laporan dibuat dalam bahasa Inggris, khusus kontrak dan perjanjian dibuat dalam dua bahasa (untuk menerjemahkan kontrak dan agreement mesti dilakukan oleh penerjemah yang tersumpah), meski orang Indonesia yang bekerja di sini lebih banyak dari ekspat-nya.
Ketika meeting, meski cuma ada satu ekspat, kami berbahasa Inggris, padahal kalau mau saklek bisa saja kami paksa ia memahami bahasa Indonesia sehingga ia merasa perlu kursus bahasa Indonesia. Kami ambil sisi positifnya, jadi belajar bahasa Inggris lebih intensif, dan dulunya tiap Jumat adalah English day, sayangnya sekarang kami lupa.
Badai krisis sudah mulai terasa ya… mari kita lebih hati-hati dan hemat…
————
di tempat saya kebetulan berbahasa jepang, dan pimpinan terdahulu kebetulan sudah cukup lama di indonesia. Jadi cukup menguasai bahasa indonesia dan jadilah laporan dalam bahasa indonesia tidak masalah buat dia. Nah yang baru ini sebetulnya juga lumayan sudah lama tinggal di disini, tapi sejauh ini beliau hanya bisa say selamat pagi.
iya nih, badai krisis benar-benar sudah semilir ….
Yogas last blog post..Kepepet Yuk!
November 13th, 2008 at 8:10 am
Sebetulnya malah bagus dibiasakan menggunakan 2 versi….karena toh banyak gunanya…
—-
betul bu, karena kadang laporan semacam itu juga dipakai untuk bahan training ke angota di lapangan
edratnas last blog post..Sebuah “pilihan”
November 13th, 2008 at 5:32 am
Mau tak mau seppertinya, Mas
Sesampainya kudisini aku sempat berpikir kenapa nggak sejak SMP kita diajarkan menggunakan bahasa Inggris saja.
Bukannya sok nggak nasionalis tapi sebenarnya nasionalis itu lebih ke sifat hati dan tindakan, bukan melulu ke soal bahasa..
Tapi ah ya sudahlah..
Selamat mengambil kursus
——
hehehe…. dari smp sudah diajari sih mas, tapi bukan diajari menggunakan, cuma menghapalkan …
iya nih mesti kursus lagi hahaha
Donny Verdians last blog post..Mulai Kerasan di Hari Keenam
November 13th, 2008 at 12:51 am
mangnya Bossnya org mana sih…
—–
yang jelas bukan orang indonesia hahaha…
dari tokyo mas
November 13th, 2008 at 12:00 am
he he he, dilema sama cinta Indonesia, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ya
——
kalau bikin laporan sih pasti bahasa indonesia yang baik dan benar,
tapi giiran ngeblog, malah gladak gluduk begini ,… hehehe
adinatas last blog post..PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TERTULIS CPNS DEPHUB TAHUN ANGGARAN 2008