Mogok Kuliah

Kebayang tidak, betapa galaunya sang orangtua mendapati anaknya tiba-tiba mogok kuliah, tak lagi mau melanjutkan studi yang hanya tinggal merampungkan bagian akhirnya saja. Yaa … hanya tinggal bagian akhirnya saja. Membuat skripsi, melakukan presentasi, selesai sudah. Itu saja!

Alasan yang dibuat sukar untuk bisa diterima. “Lha untuk apa semua waktu, biaya, dan tenaga yang dicurahkan selama ini?”
Tapi itulah realita, sang anak tetap pada pendiriannya. Mogok Kuliah.

Bagusnya sang orangtua segera mengambil inisiatif mengajukan cuti akademik, berharap kelak sang anak berubah pikiran. Kembali tergerak untuk merampungkan studi.

“Hmm … menjadi orangtua itu ternyata tidak mudah. Amanah itu begitu besar tanggungjawabnya.Mulai dari menanamkan nilai-nilai Ilahiyah, budi pekerti, pemenuhan gizi, sampai asupan pendidikan murni sebagai bekal hidup masa depannya kelak.”

Saya jadi ingat, dulu saya pun sempat mengalami fase mogok kuliah. Beruntung waktu itu masih di tahun-tahun pertama. Yang jelas, sejumlah faktor eksternal membuat saya merasa tertekan sedemikian rupa. Dan saya masih ingat, emak membawa saya menemui keluarga sahabat bapak yang putra-putrinya sudah menjadi “orang berhasil”. Dan saya bertemu salah satu diantaranya yaitu Mbak Anik.
Setelah selesai mendengar cerita emak tentang saya yang mogok kuliah, mbak Anik tersenyum lantas bicara seperti ini sepenggal yang masih saya ingat: “Pokoknya jalani saja dulu mas Cahyo. Nanti mas Cahyo akan tahu sendiri manfaatnya”.

Dan berbekal sepenggal nasihat itu saya pun kembali melanjutkan studi. Lantas apakah saya bisa mengerti begitu saja? … tentu saja tidak. Bahkan sampai kuliah usai pun saya masih belum mengerti sepenuhnya.

Semua manfaat terbuka begitu saya mulai bekerja. Dan semakin terbuka ketika beban tanggung jawab kerja semakin tinggi dari sebelumnya, ditambah saya bekerja dengan banyak anggota selain rekan sekerja.

Yaa jalani saja dulu, dan kau akan tahu sendiri manfaatnya!

Dan sekarang giliran saya jadi orangtua, akan seperti apakah saya mengarahkan Zia sampai ia besar nanti?

Anda punya masukan? :)

19 Comments »


  • Comment by tuyi |

    Pengalaman yang sama dengan saya dulu waktu kuliah…
    Ngga’ tanggung-tanggung mogok setahun…
    Tapi toh akhirnya lulus juga…
    Untung anak saya masih balita…ntar saja mikir kuliah anaknya, soalnya masih jauh bangetz…
    Makasih Pa’ ceritanya mengingatkanku semamsa kuliah…
    salam..
    tuyi´s last blog ..Saya Kehilangan Keperawanan

    —-
    @tuyi
    mengenang masa-masa yg sudah lewat kadang menyenangkan …
    campur-campur rasa .. tapi yaah cari hikmahnya saja sekarang mah
    My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by Ravatar 'cerita panas' |

    Saya nyaris mogok mas…tapi berhubung inget ke duit yang udah abis, akhirnya dengan terseret-seret sya babat aja semester demi semester
    Ravatar ‘cerita panas’´s last blog ..Jingle Indomie, SEO Identik, dan Iklan Politik

    —-
    @Ravatar
    Nah … bagusnya masih nyadar yaa mas …
    meskipun terseret, akhirnya bisa juga. Selamat
    My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by alfaroby |

    penyakit anak kuliah di akhir semester dan tinggal skripsi atau tesis doang nih… saranku.. kembali ke khittah anda dulu pas mau kuliah..
    apa sih yang dicari di kuliah ini…
    terus.. apa sih tujuan aku kok mau mengambil kuliah ini….

    dan ….. jangan pernah mengeluh… masih banyak mahasiswa mahasiswi lain yang hampir sama dengan anda…
    contohnya saja saya sendiri…
    waklakakkakaka
    alfaroby´s last blog ..Bendungan Rolak Songo – Mojokerto

    —-
    @alfaroby
    hahaha … coba tak temukan langsung sampeyan dengan anak itu, biar ngumpul bareng sekalian hehehe
    My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by SanG BaYAnG |

    Berhubung ene untuk anak2 kita ya tak bikin anak dulu ya mas..,ntar kalo dah jadi baru ngasih komentar..wkxkxkxkxkxkx..
    *lariiiiiiiii..*
    SanG BaYAnG´s last blog ..Kolonialisme Mimikri.

    —–
    @Sang Bayang
    Yo wis … ndang usaha toh! hehehe
    My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by Admin PPLQ |

    salam kenal..
    Memang salah satu faktor yang ada dalam menuntut ilmu adalah tentang semangat akan haus keilmuan .. rasa ingin tahu harus kita pupuk sejak dini …
    makasih
    Admin PPLQ´s last blog ..Santri Jatuh Cinta

    ——

    @Admin PPLQ
    Setuju. terimakasih masukannya.
    Saya perlu belajar bagaimana menanamkan hal itu pada Zia.
    Terimakasih sudah berkunjung
    My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by Zulhaq |

    hhmmm, masih bujang, dan masih jau untuk memiliki anak

    tapi walaupun bukan seorang ayah, yapi minilmal saya seorang anak dari seorang ayah *ribet kan*…dari pengalaman pribadi sebagai anak, dan dari pengalaman melihat teman2 yang berasal dari suku dan basic keluarga yang macam2, kondisi dan karakter si anak itu sangat di pengaruhi oleh didikan dari orang tua. banyak teman yang terlalu di sayang, diberikan pelayanan yang lebih, justru hasilnya jadi kurang baik. karena mereka terdidik dalam kondisi selalu enak, selalu di manja, sehingga timbullah jiwa sosial yang minim, terjerumus dalam kenakalan remaja, merasa pendidikan tidak begitu penting (di anggap sebagai gengsi2an semata). begitu pula dengan didikan yang terlalu cuek dan keras, mereka akan berontak, brutal, kadang ada yang mengalami kondisi sangat pesimis terhadapa apa-apa yang di jalani. dan pada intinya, didikan itu haruslah wajar dan tidak meberikan sesuatu yang berlebihan. orang tua pasti sayang bgt sama anaknya, dan bahkan rela melakukan apa saja demi kebahagiaan mereka. tapi sering, pemenuhan itu dilakukan tanpa pertimbangan apakah yang diminta oleh si anak itu baik, tujuannya apa, dan kenapa kok bisa meminta sesuatu itu. materi dan kemewahan bukanlah sesuatu yang menjamin seorang anak menjadi bahagia. karena banyak teman saya yang mendapatkan materi lebih dari orang tua, dan ternyata mereka malah iri dengan teman2 lain yang sederhana tapi mendapatkan kasih sayang yang lebih.

    kedekatan bathiniah, justru lebih membuat seorang anak menjadi lebih nyaman dan lebih semangat. karena merasa punya sahabat sekaligus orang tua sebagai tempat berbagi, tempat menemukan segala senyum, bla bla bla…

    dan untuk masalah pendidikan, memang agak sedikit ribet. si anak pengen sekolah or kuliah di tempat A, orang tua menginginkan di tempat B karena merasa lebih tau dan lebih berpengalaman. akhirnya timbul ketidak singkronan. alngkah lebih baik di arahkan dari kecil dengan melihat potensi dan kesukaannya si anak terhadap bidang tertentu. dengan mengembangkan potensinya dibidang tertentu, dia sedikit demi sedikit akan terbiasa dengan hal2 tersebut, orang tua terus mengarhkan dan mengasah, begitu si anak sudah tumbuh dewasa dan harus memilih tempat dia kuliah, dia pasti akan memilih apa yang merasa dia kuasai tadinya. orang tua tinggal mempertimbangkan dan membantu melihat prospeknya. dan dengan menekuni bidang yang si anak sukai, tentu tidak akan terjadi suatu keterpaksaan dalam menjalaninya. semoga Zia Menjadi anak yang selalu di banggakan oleh kelaurga, orang tua, dan orang orang sekitarnya (btw, Zia sapa yah namanya???, saya juga kan Zia, tapi Zia Ulhaq he2)…

    saya pribadi, sangat iri melihat teman2 yang dekat dengan ortu, yang bisa bercanda tawa dengan ortu. karena itu semua merupakan hala yang sangat asing dalam hidup saya dari kecil hingga kini. tragis!!!

    dulu mati2an minta kuliah, mati2an mengharapkan biaya kuliah, dengan susah payah harus bisa menjadi seorang mahasiswa. dan alhamdulillah bisa tercapai dan selelsai. sementara, banyak yang di rayu2 untuk kuliah (sungguh bertolak belakang)….
    Zulhaq´s last blog ..Dapat Warning FB Hingga Facebook di Block My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by Zulhaq |

    wedewww, maaf ya pak, baru sadar, ternyata komennya terlalu panjang. serasa hampir sama dengan topik utama he2….
    Zulhaq´s last blog ..Dapat Warning FB Hingga Facebook di Block

    —–
    @Zulhaq
    hehehe … gpp Mas Zulhaq,
    keren! mantap kok! kalah deh ane :)
    Masing-masing punya gaya, dan saya suka gaya mas Zulhaq … hehehe
    My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by sawali tuhusetya |

    hehe … semoga saja zia ndak ikut2an bapaknya mogok kuliah, mascayo, hehe … saya juga sudah mulai ketar-ketir nih, mas. setahun lagi sulung saya mesti juga ke PT, hehe …
    sawali tuhusetya´s last blog ..Email Bu Prita dalam Perspektif Pragmatik

    —-
    @sawali tuhusetya
    Amin. mudah-mudahan Zia lebih lancara daripada bapaknya hehehe …
    Nah .. nah … kira-kira sudah kelihatan minat dan bakatnya si sulung pak sawali? :)
    My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by Hajier |

    Waduh nggak bisa kasih saran coz blom pantes.
    Saya cuma berharap anak saya kelak bisa lebih baik kuliahnya dibanding bapaknya yg gk bener kul-nya
    Hajier´s last blog ..Again, again and again…….. Huuuh!!! My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by Muzda |

    Hanya tinggal skripsi, dan aku pun pernah mogok kuliah, atau lebih tepatnya, mutung skripsi dianggurin lama.
    Hhh …
    Dan sekarang saya aku pun mengerti betul akibatnya.
    :D
    Muzda´s last blog ..Diet ?? My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by buwel |

    mogok…moga udah gak mogok ya…
    salam kenal…
    buwel´s last blog ..Hilang,Akal,Entahlah My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by JAUHDIMATA |

    zia… jangan seperti ayah ya..
    JAUHDIMATA´s last blog ..Tonggak Telah Mati My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by rizoa |

    yap..makasih bang.. zoa mulai malas kuliah nih..pdhl bru smt2 … yang penting jalanin aja iah…thx banyak bang :)
    rizoa´s last blog ..Akhirnya 2.8 + Rahasia diGoogle My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by Blogicthink.com |

    “Dan sekarang giliran saya jadi orangtua, akan seperti apakah saya mengarahkan Zia sampai ia besar nanti?”
    —–
    Seperti apa yang Zia inginkan dan seperti apa yang menurut Mas baik…
    mungkin tidak semua yang Mas anggap baik akan dianggap baik oleh Zia…
    —–
    saya sekarang tinggal disebuah masjid yang suara speakernya sangat kencang. dan saya selalu mendengarkan apa yang disampaikan dalam pengajian setiap malam jum’at yang diikuti oleh kebanyakan ibu & bapak2 yang sudah tua.

    Saya sendiri tidak terlalu senang dengan bagaimana mereka melakukan kontemplasi, karena mereka selalu saja berdo’a…

    Sok ibu2 bapak2… ingatlajh dosa kita pada orang tua kita, kita yang sudah laa tidak bisa lagi berbakti, kita yang banyak sekali dosanya pada orang tua kita…

    Saya sendiri sebagai seorang anak sangat sayang pada orang tua saya… dan saya merindukan mereka serindu-rindunya… namun saya rasa pengajian itu menjadi kecenderungan umum masyarakat kita, terutama para orang tua..

    bagi saya di usia tua, segala kekecewaan untuk tidak dapat memberikan bakti pada orang tua bukan sesuatu yang harus menjadi fokus refleksi bagi kebanyakan orang tua.. untuk pribadi boleh saja, namun itu tidak perlu diajarkan pada masyarakat kita, masyarakat kita secara umum memang menyesali ketidakmampuan berbakti kepada orang tua…

    menurut saya, ada baik nya pengajian ibu2 dan bapak2 ketika moment kontemplasi (muhasabah) merenungkan apa yang mereka sudah lakukan untuk anak2 mereka, agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.. baik secara mental, pengetahuan dan ekonomi…

    Jujur saja, saya sangat merasa terbela ketika menonton acara Nanny 911 karena acara itu memberitahu saya bahwa ada banyak kesalahan dan sikap buruk yang saya miliki saya dapatkan dari orang tua saya, saya memaafkan mereka…

    namun saya menjadi menyadari bahwa saya harus lebih sadar (jika memiliki anak) untuk meminta maaf kepada mereka, seandainya saya tidak dapat memberikan yang terbaik..

    saya tau betul, ada banyak orang tua yang sepulang pengajian ketika nanti menemukan anaknya berbuat salah mereka akan mengatakan, ‘ema mah baheula tara ngalawan ka kolot… enggke mah mun ema tos maot nyesel maneh teh.. moal bisa berbakti ka ema…’

    Anak2 tidak memerlukan kesadaran seperti itu untuk menghormati orang tuanya.. anak2 atau siapapun didunia akan menghormati siapapun yang dianggapnya layak untuk mendapat penghormatan, teruatama karena pilihan mereka mendapat penghormatan yang memadai.. untuk didiskusikan, untuk coba dipahami oleh orang tua..

    itulah yang membuat saya yakin, bahwa semua kondisi kesulita ekonomi harus kita lawan, agar kita tidak bermasalah dengan anak2 kita.. agar kita tidak durhaka pada anak2 kita.. kebanyakan orang tua menginginkan anak2 memahami mereka. Saya rasa sampai kapanpun ini tidak akan terwujud.. mereka yang lebih tua seharusnya lebih bijak.. dalam memahami anaknya, dan bukan meminta untuk dipahami…

    Zia akan lebih mudah memahami bahwa orangtuanya memiliki keinginan terhadap sesuatu yang dianggapnya baik, mulia dan harus dikejar dan diperjuangkan… JIKA: orangtuanya adalah orang yang sebaik-baiknya berusaha memberikan pemahaman atas semua kewajiban dan nilai-nilai yang coba ditanamkan oleh orang tuanya…

    saya punya teman2 yang jika memberikan hukuman kepada saya tidak pernah saya tolak dan membuat saya merasa benar-benar bersalah dan menyesal, hanya dengan satu tindakan dan satu sesi evaluasi… namun saya sangat jarang melihat orang tua dapat melakukan itu…

    Orang tua bisanya tidak dihargai karena pelajaran yang disampaikannya meminta dia untuk dikasihani, dimengerti, dan pelajaran yang diberikannya seringkali split (mendua) dengan apa yang sedang dia sampaikan..

    Contoh : orang tua yang berteriak ketika meminta anaknya bersabar dan tidak merenget. Orang tua yang selalu bercerita mengenai kesulitannya untuk meminta anaknya berusaha keras agar berhasil..

    saya rasa itu semua bukan sesuatu yang perlu dilakukan.. orang tua yang kuat akan membuat anaknya kuat, orang tua yang menghadapi banyak masalah dan menyelesaikannya dengan baik akan membuat anaknya paham akan ‘apa yang terbaik dan mengapa saya harus meraihnya..’

    Semoga kita bisa jadi orangtua yang baik :)
    —-
    *yang nulis belum jadi orang tua, jadi perspektifnya masih perspektif seorang anak*
    **namun sebelumnya.. hihihi… saya harus menabung dulu untuk kuliah yang terputus, dan menikah.. hehehe… mudah2an bisa pergi melanjutkan sekolah (yunik sih inginya ke german)…
    Berjuang terus :D gak ada yang boleh mengatakan kita gak bisa! Yeah!**

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by KangBoed |

    hmm.. anak jaman sekarang memang harus bener bener waspada yaaaaa..
    Salam Sayang
    KangBoed´s last blog ..BENTUK dan MAKNA My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by marsudiyanto |

    Itu belum seberapa Mas…
    Anaknya tetangga saya, tanpa sebab yang jelas, tiba2 mogok sekolah menjelang ujian SD.
    Itu sudah 3 tahun silam.
    Sampai sekarang tidak sekolah.
    Semua upaya sudah dilakukan.
    Konsultasi dengan pihak sekolah, menanyai teman2nya kalau2 ada masalah, membelikan apa yg pernah diminta dan belum dituruti, minta bantuan orang pintar…
    Tapi semua nihil.
    Guru tak pernah bermasalah dengan anak tersebut, teman2nya sudah ditanya satu2 juga merasa tak pernah bermasalah.
    Saat dibelikan apa keinginannya juga ditolak, malah dia berkata:”Emangnya kalau dibeli2kan lantas mau sekolah???”

    Orang tuanya sangat stress, karena yg mogok sekolah itu adalah anak lelaki.
    marsudiyanto´s last blog ..http://www.wapres.wordpress.com My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by hade |

    Semoga gak bandel kayak bapaknya heheh..
    hade´s last blog ..Ngapain jadi karyawan kalau tidak bisa kaya? My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by itempoeti |

    diakhir2 masa kuliah seringkali di alam bawah sadar ada kegamangan untuk memulai fase kehidupan baru untuk masuk dalam dunia kerja. itu sebabnya muncul fenomena mogok kuliah yang kadang terjadi karena alasan yang sering tidak jelas.

    namun waktu tidak surut ke belakang… semua bergerak ke depan… suka tidak suka semua harus dijalani…
    itempoeti´s last blog ..Ronin dan Korporatisme Negara My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini


  • Comment by DV |

    Untuk Zia, contohlah om-mu ini..:)
    Sekolah nggak dikelarin dulu, kerja, kalau dah mau nikah baru dikelarkan hahahaha…
    DV´s last blog ..Melbourne, Tautan Dua Masa My ComLuv Profile

    Klik disini untuk mengomentari Komentar ini




Leave a Reply

CommentLuv Enabled