No.1 mascayo in be the real blogger:”knows what he wants”

the real blogger

pencerahan 10 karakteristik untuk menjadi the real blogger, akhirnya membuat saya menimbang-nimbang, mau saya apakan blog ini? yang saya sedikit tau pasti, saya ini orang biasa tapi kepingin kaya, apa bisa?
dan bukan cuma kaya materi lho, tapi juga kaya hati .. sebab katanya “Kekayaan memperindah rumah tinggal, Kebaikan memperindah manusia” ..
boleh toh?
dan lagi menurut Johanes Lim, PhD.,CPCAnda mempunyai hak untuk menjadi kaya”, Menjadi kaya menungkinkan anda mengekspresikan diri anda lebih lagi
secara fisik maupun spiritual. Anda bisa memberi lebih kepada anda sendiri, sehingga anda dapat tumbuh lebih baik dan lebih kuat untuk mampu memberi kepada orang lain
“.
hanya saja, kaya materi seringkali tidak cukup membuat kita konsisten untuk bisa menjadi lebih baik, jadi biar klise, saya mau coba saja agar hati pun menjadi kaya .

demikianlah, saya deklarasikan blog ini sebagai media untuk menjadi kaya, kaya materi juga hati…

4 Responses


  1. Kaya hak semua orang, impian, tapi … tidak semua orang (mau) mewujudkan dengan cara berusaha menjadi kaya. Kaya apa saja. Itulah kenyataan. Berniat kaya? Tempuh jalannya, Insya Allah.
    —> @makasih banyak supportnya pak (cayo)

    [Reply]

  2. Semoga masnya bisa mencapai kekayaan hati dan materi :D
    Saya juga berusaha mencapai itu.. kita sama-sama jalan kesana ya :D

    … Amin3x, siap.. ayok kita mulai ah.. :)

    [Reply]

  3. Kaya itu cara, bukan tujuan. Tinggal kita cari tujuan hidup kita, lalu raihlah dengan cara kaya. Hehe.
    @kayaknya bener juga nih … perlu hati2 memang ..:) tq

    [Reply]

  4. Ketika kaya menjadi tujuan saya pikir kita akan terjebak dunia yang tak berujung karena bukankah kekayaan itu adalah sesuatu yang tak terbatas?

    Salam kenal, Mas!

    @salam kenal kembali mas donny
    makasih dah mampir,
    setuju sekali mas, kalau “kaya” hanya satu-satunya tujuan, maka bersiaplah kita terjebak ke dunia tak berujung ?…
    jadi saya berusaha mengingat ingat puisi Hasan al Bashri, :
    Aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain,
    Karenanya hatiku tenang

    Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain
    Maka, aku sibukkan diriku bekerja dan beramal

    Aku tahu, Allah selalu melihatku
    Karenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat

    Aku tahu, kematian menantiku
    Maka, kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku

    (dikutip dari buku ESQ, Ary Ginanjar Agustian)

    kira2 begitu, meski seringkali gelombang itu kadang naik kadang turun… dasar manusia ya? :)

    [Reply]


Add a Comment

CommentLuv Enabled