Kata-kata menyimpan dosa

Kata-kata merangkai kata, menjadi kalimat membentuk cerita.
Alakadarnya, sebatas pikiran dan pengetahuan yang ada.

Rangkaian kata sesekali mengundang tawa, atau sekedar sunggingan senyum sewajarnya.
Namun seringkali pula rangkaian kata menyinggung rasa, melahirkan dosa.

Mohon dimaafkan Lahir Bathin kepada rekan dan handai taulan semua.
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.

Semoga Alloh SWT melimpahkan Rahmat dan HidayahNya untuk kita semua. Amin

Kerja bekerja ayok kita giat bekerja

Berangkat kerja di pagi buta pulang menjelang senja, istirahat sejenak bercanda sama anak lalu bersiap diri berangkat lagi … kerja lagi!. Puji Syukur kehadirat Ilahi … masih bisa bekerja sampai hari ini.

Kerja yaa kerja, ayo kita kerja  . Pekerjaan menumpuk, bekerja menjadi sibuk … yaa nikmati saja. Ngeblog tertunda yaa tidak mengapa, kerja bekerja itu yang utama.

Semua demi anak istri tercinta sambil mencari ridho lillahi ta’ala. Karena demikianlah tanggung jawab yang ada … memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jadi Oh .. jangan sampai lalai bekerja.

Kerja yang ikhlas agar hasil berkualitas. Soal gaji pasti nanti naik lagi. Percaya saja rejeki sudah ada yang mengatur.

Kerja yok kita kerja. Mengisi kemerdekaan dengan giat bekerja. Mengeluh tak ada guna. Masalah itu selalu ada. Jadi mending singsingkan lengan dan mulailah bekerja.

I Love Monday!

Semburan dilanjutkan, kasusnya dihentikan

menkokesra

http://www.menkokesra.go.id/

Membaca informasi terbaru seputar kasus lapindo rasanya kok yaa ngga tega. Menurut informasi yang saya baca disini, Kepolisian Daerah Jawa Timur akhirnya menghentikan kasus dugaan pidana Lumpur lapindo. Alasannya tidak ada bukti yang cukup kalau kasus luapan Lumpur lapindo itu memenuhi unsur pidana.

Begini kutipan informasinya,
“Berdasarkan fakta-fakta dalam pemeriksaan maksimal terhadap 4 kali pengiriman berkas perkara dan dengan tidak dapat dipenuhi petunjuk untuk JPU, sehingga penyidikan kasus ini dihentikan karena bukan perkara pidana,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Pudji Astuti bersama Kasat Pidter Ditreskrim Polda Jatim AKBP I Nyoman Komin di Mapolda Jatim Jumat (7/8/2009).

Jadi singkat cerita, kasus luapan Lumpur lapindo yang ditangani Polda Jatim sejak 2006 itu akhirnya berujung pada … SP3 !

Apa semua korban Lumpur lapindo itu hidupnya sudah kembali sejahtera yaa? Setahu saya ganti ruginya pun belum selesai kan?

Tambahan lainnya, karena keputusan Mahkamah Agung di tingkat kasasi menyatakan bahwa semburan lumpur lapindo adalah akibat bencana alam, maka sekarang Pemerintah juga sedang menyiapkan Peraturan Presiden baru untuk mengganti Peraturan Presiden No.14 Tahun 2007. Bentuknya seperti apa, apa yang akan diatur, masih belum jelas. Yang jelas, kasus semburan Lumpur lapindo itu akibat bencana alam, bukan akibat kelalaian manusia.

Dan itu artinya sekarang PT Lapindo Brantas bebas dari segala tuntutan atas semburan liar lumpur panas … dan selanjutnya beban tanggungjawab ada di pundak pemerintah.
Lapindo Merdeka?

“Empati saya untuk para korban lumpur lapindo. Semoga kehidupan anda segera membaik dan semakin membaik kedepannya. Amin,-”

Alhamdulillah akhirnya jalan rusak mulai diperbaiki

Patut disyukuri akhirnya jalan rusak mulai diperbaiki, Alhamdulillah. Ini yang saya lihat di beberapa ruas jalan sepanjang rute berangkat dan pulang kerja, perbaikan jalan rusak sudah mulai dikerjakan.

Barangkali waktunya memang sudah pas. Pas bukan musim penghujan, dan pas juga sebelum tiba masanya mudik lebaran.

Tinggal berharap semoga anggaran yang sudah dijatahkan dipakai sesuai peruntukkan, tidak dikurang-kurangi untuk diri sendiri. Begitu bukan bapak-bapak pejabat yang terhormat? :)

Bahkan kalau bisa yaa … dilebihkan, supaya mutu jalan bisa dipakai tahunan, bila perlu sampai tujuh turunan. Kuat menahan beban berat, dan tahan selama musim penghujan.
Jadi tidak sebentar-sebentar rusak lagi-rusak lagi. Begitu lho!

Dan khusus untuk para pebisnis galian kabel. Tolong kalau menggali lubang, bekasnya diperbaiki lagi seperti sedia kala dan tidak berlama-lama, apalagi sampai tega dibiarkan begitu saja, menyisakan lubang jebakan yang sewaktu-waktu bisa memakan korban..
Tidak sedikit lho, orang celaka gara-gara kejeblos bekas galian kabel!

ngomong-ngomong, bagaimana di tempat anda? Apa jalan rusak sudah mulai diperbaiki juga?

Belajar ikhlas agar hidup lebih bergairah

Hidup itu memang tidak mesti selalu adem ayem saja. Sekali waktu ada masa diselingi masalah. Entah itu masalah keluarga, kesehatan, keuangan, pekerjaan, atau masalah hubungan sosial. Satu dua masalah mungkin bisa diselesaikan tanpa mengganggu ritme kehidupan, tapi wajar pula jika ketika banyak masalah datang bersamaan, tubuh sedikit terhuyung agak sempoyongan. Dan belajar ikhlas barangkali menjadi obat mujarab agar hidup kembali bergairah dan tetap bergairah. HOT .. HOT … HOT!

Namun namanya juga belajar memang tidak semudah bicara, dan jelas yang penting adalah prakteknya! Maksudnya mau ikhlas seperti apa tho mas? Ikhlas nrimo sajalah tanpa usaha berbenah?

Ah barangkali maksudnya belajar ikhlas seperti … ikhlas berani jujur mengaku salah, ikhlas berani jujur mengaku keliru, ikhlas berani jujur kurang … bersyukur !.

Dan eh … dengan begitu barangkali dapat pahamlah bahwa, ternyata masalah sebenarnya itu bukan masalah keluarga, bukan masalah kesehatan, bukan masalah keuangan, bukan masalah pekerjaan, bukan juga masalah hubungan sosial, tapi masalah sebenarnya itu ternyata … diri sendiri! … yang kurang bersyukur atas nikmat karunia Ilahi!

Hmm .. Astaghfirullah …!!!

Cag!