Kenaikan harga rumah jauh lebih cepat dan lebih tinggi daripada kenaikan gaji

Bukan maksud tidak mensyukuri nikmat Ilahi, bukan pula maksud membocorkan rahasia pribadi … tapi itu cuma sekelumit fenomena kehidupan yang terjadi pada sebagian dari kita mungkin termasuk anda bahwa, “kenaikan harga rumah seringkali jauh lebih cepat dan lebih tinggi daripada kenaikan gaji” … betul apa betul? :)

RumahSebaliknya tak henti rasa syukur bila mengingat kembali bahwa keputusan tempo hari untuk segera memiliki rumah biarpun dengan memaksakan diri adalah TEPAT! Berpeluh-peluh sekarang untuk bersantai dikemudian hari, demikian selalu menghibur diri. :D (*padahal tiap bulan ngos-ngosan hehehe)

Memang bagi orang kebanyakan termasuk saya, tentu perlu waktu yang cukup panjang meskipun bukan berarti tidak mungkin kalau ingin memiliki rumah idaman dengan membeli kontan alias dibayar tunai!
Maka jelas bagi orang kebanyakan termasuk saya, alternatif membeli rumah melalui pembiayaan bank (ngredit maksudnya), menjadi solusi tak terhindarkan, sangat membantu, dan menyenangkan! :)

Apalagi bila melihat kondisi real yang terjadi, kenaikan harga rumah jauh lebih cepat dan lebih tinggi daripada kenaikan gaji. Contoh sederhananya saja misal sekitar satu-dua tahun lalu, spanduk harga rumah sekitar daerah saya dan sekitarnya lagi :) , masih terlihat harga mulai seratus jutaan. Sekarang spanduknya lebih berwarna dan bermacam-macam, terakhir waktu muter-muter cari angin malam sama yayang, sempat lihat ada spanduk harga rumah yang murah-meriah mulai enam ratus jutaan … hallow?

*itu perumahan yang sebelah mana sih mah?
Oh .. itu yang dibelakang makam
*ah masak sampai segitu sih, perasaan nggak gede-gede amat rumahnya
mungkin fasilitasnya bagus mas, btw banyak juga mas yaa orang kaya dinegeri kita
*iya, termasuk kita. Orang-orang di kampung sebelah kan mandang kita orang kaya mah, wong rumah kita juga sekarang dah naik ratus-ratus jutaan gitu …
:) :) :)

Maka tak jarang saya selalu menyemangati rekan sejawat untuk segera ambil rumah, sebelum harga rumah naik dan naik lagi, semakin tak terkejar dengan kenaikan gaji.

*spesial pake telor buat temanku kalo baca tulisan ini hehehe
Do it now my friend .. do it now. Sooner is better. Atau masih betah tinggal di Perumahan Mertua Indah? :)

SpongeBob SquarePants

SpongeBob SquarePants adalah satu-satunya acara TV favorit Zia dipagi hari. Setiap hari Zia memang selalu ikut bangun pagi, dan langsung tiduran dikursi. Cuma kali ini bukan untuk tidur lagi .. itu mah Mbah Surip :) , tapi untuk nonton TV kesukaannya “SpongeBop SquarePants” di Global TV. Sambil ditemani sebotol susu … what?! … hehehe iya nih, Zia masih nyusul botol hehehe ..

Buat Zia ini jelas hiburan, tapi ternyata buat saya ini juga hiburan. Minimal pagi-pagi menyambut hari dengan keceriaan dari tingkah dan teriakan-teriakan SpongeBob, ketimbang kusut ricuh nonton berita tv isinya semakin penuh ocehan pengamat yang cas cis cus komentar sana komentar sini … kagak ngarti! :)

spongebob Eh .. ngomong-ngomong pada tahu SpongeBob kan? Itu lho tokoh kartun berwarna kuning cerah yang dari kepala sampai setengah paha berbentuk kotak persegi. Saya sendiri sebetulnya belum pernah nonton sampai tuntas. Paling curi-curi lihat. Saya tahunya cuma Unyil dan film serial Aku Cinta Indonesia, hehehe ..

Ternyata SpongeBob Squarepants itu sudah 10 tahun yaa. Pertama kali muncul disononya tahun 1999, pengisi suaranya Tom Kenny. Kelihatannya cukup jadi ikon animasi yang digemari anak-anak … Zia salah satunya. Dan Nickelodeon, tempat kelahiran SpongeBob SquarePants merayakan hari jadi ke 10 ini dengan menayangkan seri animasi SpongeBob secara marathon 50 jam, mulai Jumat 17 Juli sampai Minggu ini 19 Juli.

Wah .. kalau Zia tahu, apa dia masih mau yaa .. nonton SpongeBob Squarepants 50 Jam ? :)

Anyway , kira-kira acara tv apa yang jadi favorit anak anda? or barangkali anda penggemar SpongeBob juga. Nih dia 10 episode terbaik Spongebob “Top Ten SpongeBob SquarePants episode”.

Top Ten Greatest SpongeBob SquarePants Episodes

Ternyata mbah slamet belum pernah mendarat di bulan

Huhuhuu … ternyata diriku tertipu. Mbahku Slamet ternyata belum pernah mendarat di bulan. Huhuhuu … kemana saja diriku, kok baru tahu sekarang. :)

Sampai detik kemarin sebenarnya masih menempel kuat dalam ingatan, rekam pelajaran sejak sekolah dasar dulu bahwa Neil Amstrong dan Edwin Aldrin berhasil mendarat di bulan dengan Selamat. … tentu maksudnya “mbah Slamet tho?” hehehe …
Bahkan disetiap ajang cerdas cermat, selalu kujawab dengan cepat, Siapa orang pertama yang berhasil mendarat di bulan?Neil Amstrong, Edwin Aldrin, dengan Slamet!

Haiyah! Nyatanya Cuma tipuan! Dan eh ternyata lagi ini katanya isyu basi … sebab sebenarnya sudah sejak satu decade lalu bantahan teori pendaratan dibulan ini dipublikasikan. Tapi buat yang belum tahu seperti saya, yaa memang isyu ini seakan-akan seperti berita baru yang hot! Apalagi ada Mbah Slamet disitu … weleh berarti kan Mbah Slamet juga belum pernah mendarat di bulan tho?

Neil Amstrong

Dan bukti keganjilan yang sebenarnya sangat kelihatan adalah soal gambar Neil Amstrong mengibarkan bendera amerika serikat, padahal menurut pendapat lain di bulan kan tidak ada udara. Jadi video itu sebenarnya tidak dibuat dibulan melainkan di sebuah tempat khusus di sekitar Negara bagian Arizona, AS. Hehehe .. bisa-bisanya aja si Om-Sam ngibulin kita-kita :)

Anyway, buat yang belum tahu seperti saya dan penasaran informasinya seperti apa, silahkan baca informasi di sini forum kompas

Dan buat yang pinter bahasa inggris, atau minimal doyan nonton film, disini banyak film-film yang membuktikan kalau misi pendaratan dibulan Apollo 11 itu Cuma tipuan. The Apollo Hoax

Kalau yang sudah tahu .. ya sudah
mending mari kita bernyanyi menghibur diri bersama Mbah Surip. Tahu kan lagunya? .. itu lho … Tak Gendong

-

Siap? .. 1 … 2 … 3 …
-

-
Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik
apollo bo’ong-bo’ongan*
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Kemana

-
Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau!

Cuci Piring

Melanjutkan cerita kemarin seputar membantu orangtua bisa lewat apa saja, termasuk dengan cara membantu pekerjaan rumah tangga. Nah! … yang juga sering dan susah-susah gampang dikerjakan adalah “cuci piring”.

Lho kok susah-susah gampang? Memangnya kenapa? Kenapa ngga, “gampang dikerjakan saja?!”

Cuci piring memang gampang, tapi bagi sebagian orang juga bisa jadi susah-susah gampang. Lha gimana nggak kesannya susah, kalau setiap kali cuci piring mesti ada korban satu atau dua gelas / piring yang pecah? … praannnkkk!!!

Ini bukan lagi-lagi mengekspos kejelakan kakak saya, huehehehe … tapi ya gitu deh. Kalau diinget-inget lagi, kok bisa sih dulu itu kalau kakak saya kebagian tugas cuci piring,mesti ada satu atau dua gelas / piring yang pecah. Heran dah!
Barangkali karena tabiatnya yang ingin cepat-cepat selesai dan ngga mau repot-repot keluar tenaga banyak, jadi pakai sabun coleknya kebanyakan, dah gitu ngambil gelas atau piringnya buru-buru. Ya sudah, kalau ngga hati-hati … meleset deh. Ujung-ujungnya …praannnkk!!!

Anyway, diluar masalah cuci piringnya, ada satu kebiasaan yang berbeda antara kita orang Indonesia dengan mereka orang Jepang. Khususnya dilingkungan kerja *kalau dirumah ngga ngerti dah, mungkin bisa ditanyakan sama Bu Imelda :)
Kebiasaan itu adalah selalu mengembalikan piring dan gelas bekas pakai ke tempat cuciannya atau ketempat dari mana ia berasal. Saya melihat ini sewaktu tempo hari sempat merasakan makan di kantin pabrik di Jepang sana. *ups sombongnye .. hehehe. Tapi dulu saya pikir, mereka begitu karena dikantin sana, memang disediakan bak khusus untuk piring dan gelas bekas pakai. Tapi ternyata kebiasaan mereka begitu itu tetap berlaku ketika mereka makan di kantin pabrik di Indonesia sini. Padahal ngga ada tempat khusus untuk mengembalikan piring dan gelas bekas pakai. Padahalnya lagi sudah ada petugas khusus yang merapihkan piring dan gelas pakai.

“Jadi, kalau para pekerja lokal setelah makan, piring dan gelas ditinggal begitu saja, mereka tidak. Mereka mengembalikkan sendiri piring dan gelas pakai itu ke kantin dimana mereka membeli makanan. Hebat ya?!”

Ah lagi-lagi saya merasa kalah satu langkah .. hehehe

But, mudah-mudahan gadis manis dibawah ini tetap rajin mengembalikan piring dan gelas pakai ke tempat cucian sekaligus mencucinya .. hihihihi…

Action..!!!

Zia cuci piring

Nyapu halaman rumah

Membantu orangtua itu banyak macamnya, bahkan sudah dimulai sejak masih kanak-kanak, dengan membantu membersihkan rumah misalnya. Pasti sebagian dari anda pernah mengalami masa-masa indah itu. Kebagian tugas kerjaan rumah tangga., seperti cuci piring, cuci baju, nyapu dalam rumah, nyapu halaman rumah, ngepel lantai …pokoknya macam-macam dah.

Meski dulu terkadang melakukannya sambil ngomel-ngomel, tapi sekarang kalau diingat-ingat lagi … rasanya cukup menyenangkan dan terasa manfaatnya. Terlebih kalau sudah berkeluarga dan memiliki rumah sendiri. Karena kalaupun dirumah ada Asisten Rumah Tangga , tapi tentu tidak akan selamanya siap sedia. Nah kalau sudah begini, mau minta bantuan siapa lagi?

Saya jadi ingat, dulu saya sering kebagian tugas nyapu halaman rumah. Berhubung di depan rumah ada pohon Alpukat dan Pohon Nangka, maka praktis setiap hari banyak daun-daun yang harus disapu dan dibersihkan. Kadang grogi juga, kalau harus nyapu halaman rumah. Apalagi kalau pas ada gadis manis lewat … mending ngumpet dulu dah :)
Ternyata kakak saya bahkan lebih grogi-an ketimbang saya. Jadi sekali waktu dapat tugas nyapu halaman rumah, dia pergi kebelakang sambil bawa golok. Entah apa yang dilakukannya tau-tau dia sudah ada didepan rumah. … nyapu halaman?

Maksudnya sih sama … membersihkan sampah depan rumah, tapi caranya beda. Alat yang dipakai bukan sapu lidi dan pengki, tapi pengki dan sebilah bambu yang runcing ujungnya. Jadi nyapu halaman rumah versi kakak saya bunyinya nggak … sreek .. sreekk .. sreekk .. tapi .. crokk .. crokk .. crokk. Bambunya dipakai buat notol-notol daun alpukat dan nangka. Biar lebih cepet selesai dan ngga kelihatan sedang nyapu kalau sewaktu-waktu ada gadis manis lewat :)

Kecuali gadis manis dibawah ini, dia mah tetap setia pakai sapu lidi :)

Zia nyapu

gimana dengan anda? suka bantu kerjaan rumah tangga? :)