Pesan CEO

sedikit terinspirasi dari pesan CEO, bukan SEO

Jika anda adalah seorang yang bekerja di sebuah perusahaan atau katakanlah pabrik manufaktur, tentu ada target-target yang harus dicapai. Nah, demikian pula dengan pabrik manufaktur tempat saya bekerja, memiliki sejumlah target salah satunya dari sisi safety dislogankan “zero accident“.

Terkait masalah safety, sudah sejak awal september lalu, CEO maupun COO mengirimkan pesan khusus keseluruh divisi yang menekankan pentingnya menjaga keselamatan. Salah satu kalimatnya saya kutip seperti ini ,

” inilah kita, kita bekerja untuk terlindung dari bahaya”.

Dan agar pesan ini tertancap di pikiran setiap orang, maka setiap “briefing pagi” pesan ini dibacakan .
(*seperti doktrinasi yaa ? :) )

Memang memahami pentingnya keselamatan bukan perkara yang mudah. CEO dalam hal ini mengerti benar pentingnya keselamatan dan kesehatan pekerjanya, selain memberi pengaruh pada produktivitas kerja, juga tentu menimbang cost yang harus dikeluarkan jika pekerjanya mengalami musibah.

Satu tema yang sedang gencar ditanamkan adalah pentingnya keselamatan berkendara. Ini barangkali terpicu jumlah kecelakaan lalulintas yang bertambah. Memang bagi kita kadang melihatnya sebagai musibah. Sebab dua kecelakaan lalulintas yang terakhir lebih banyak disebabkan kelalain pihak lain. Contoh, jatuhnya salah satu anggota saya pertengahan september lalu akibat ter atau di senggol pengendara lain yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang.

Belajar dari beberapa kasus jadilah agenda training lalulintas tahunan dari perusahaan tempat saya bekerja mengambil tema “defensive training“.
(Alhamdulillah perusahaan tempat saya bekerja masih menaruh perhatian yang besar untuk masalah safety lalulintas ini).

Yang diharapkan dari training ini sebetulnya tidak semata agar para para karyawan memahami cara-cara berlalulintas yang benar tapi lebih jauh bagaimana bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari , artinya disetiap kesempatan berkendara, dimana saja, tidak sebatas saat akan atau pulang bekerja.

Dan keinginan yang besar khususnya dari sang GM, adalah bagaimana perilaku berkendara yang beretika ini bisa ditularkan kesemua orang , siapa saja , dimana saja. Tidak mudah memang, mengingat etika berkendara di negeri ini budayanya memang sudah seperti itu. Berhenti lewat dari marka, menyebrang tidak pada tempatnya,
menyalip seenaknya saja, berhenti semaunya saja … belum lagi infrastruktur tidak semuanya tertata .. gali lubang meninggalkan lubang, betulkan jalan saat musim hujan ,.. dlsb, .. dlsb.

Anyway, lagi-lagi akhirnya kembali pada diri kita. Merubah itu bukan perkara mudah, tapi kalau memang berniat, mulai dari diri sendiri sajalah.

“inilah kita, kita bekerja untuk terlindung dari bahaya”.

bagaimana dengan anda ?

10 Responses


  1. wah tampak seperti doktrin, tapi bukankah memang begitu.
    ah paling saya hanya sok tahu saja.
    yang jelas lebih enak bekerja ketika tak lagi memikirkan keamanan :)

    sekelebatsenjas last blog post..malioboro di batas senja

    [Reply]

  2. wah tampak seperti doktrin, tapi bukankah memang begitu.
    ah paling saya hanya sok tahu saja.

    yang jelas lebih enak bekerja ketika tak lagi memikirkan keamanan :)

    —–

    enak bekerja ketika tak lagi memikirkan keamanan

    duduk diam dapet duit maksudnya :)

    [Reply]

  3. mungkin keamanan finansial iya he..he…

    —-
    ujung-ujungnya bisa kesitu juga hehehe
    thx dah mampir

    trilskys last blog post..cerita singkat

    [Reply]

  4. Keamanan bekerja emg hal yg sangat penting. Tp di indonesia kdg keamanan bekerja tidak terlalu dipentingkan,hanya karena alasan untuk memperoleh keamanan itu keluar uang. Tidak heran di indo bnyak kecelakaan.

    —-
    budgetnya ngga ada kali mas enggar .. hehehe

    [Reply]

  5. hmmm, mungkin saat test untuk mendapatkan SIM juga diajarkan cara berlalu lintas yg baik dan benar :)

    btw, bagus dong pak kalau perusahaannya memperhatikan safety karyawannya

    —–
    diajarin sih mas permana, tapi langsung lupa kayaknya ..
    itu program safety .. lumayanlah
    :)

    Permana Jayantas last blog post..Cari tahu gender penulis blog

    [Reply]

  6. lama tak berkunjung kesini.., ganti kulit ternyata.. :D

    —-
    cuman ganti baju lama kok mas :)
    spydeeyks last blog post..Tidak Ada SPEEDY StarOne pun Jadi

    [Reply]

  7. Safety first…
    dan ya budaya orang Indonesia yang tidak menaati peraturan itu harus dikikis ….jika ingin maju.
    tabik
    EM

    —-
    ngga berharap banyak sih .. tapi berusaha aja.. minimal buat saya sendiri ..

    Ikkyu_sans last blog post..Teh Koucha

    [Reply]

  8. safety first…emang harus tuh…mash bagus perusahaan ngasih perhatian ato peringatan untuk mengutamakan keselamatan kerja..toh untuk kebaikan karyawan juga

    —-
    hehehe.. kira-kira begitulah, cuma kitanya yang “ndableg” yaa :)

    DimasCybers last blog post..Live Streaming TV ala Indowebster, Nonton Langsung Siaran TV Lokal

    [Reply]

  9. halow mas…pakabar ??

    Hm susahkalau mikirin pengendara di jalan mereka kagak sadar bahaya kok :sad: bikin takut

    ——
    kabar baik mas,
    hehehe .. keep waspada aja yaa
    :)

    [Reply]

  10. Betapa enaknya jika lingkungan kita menjaga kedisiplinan dan memahami masalah keamanan ini….aman berkendara, penyeberang hanya menyeberang pada tanda tertentu, aman dari kebakaran dsb nya…..
    Tentu saja ini bisa dimulai dari diri kita sendiri, dan lingkungan kecil kita (yang dapat kita pengaruhi)…yang nanti akan bergulir pada seluruh komponen masyarakat…jadi sebagai anggota masyarakat kita punya kewajiban moral untuk meningkatkan keamanan ini…

    —-
    betul bu,
    lanjutan training kemarin, ada pesan khusus ..”biarlah banyak orang ngga tau pentingnya etika berlalulintas, nah kita yang sudah tau konsisten saja menjalankannya … supaya bisa menularkannya”

    edratnas last blog post..“Akrobat”

    [Reply]


Add a Comment

CommentLuv Enabled