Pikiran terburu-buru

Gara-gara pikiran terburu-buru, melayang sudah seratus ribu… tepatnya seratus empat ribu lima ratus rupiah! Meskipun tidak seratus persen benar-benar menghilang, hanya berganti wujud menjadi barang.

Masalahnya, proses uang berganti menjadi barang … tidak dengan cara dan saat yang tepat! Maksudnya kalau saja pikiran tidak terburu-buru, tidak perlulah keluar uang seratus ribu.

Pikiran terburu-buru kali ini berawal dari keharusan saya sesegera mungkin membuat sebuah surat. Masalahnya, printer kesayangan dirumah tidak bisa lagi mencetak warna hitam sesuai kebutuhan surat yang harus segera dibuat.

”… aneh! Perasaan baru saja ini cartridge diisi ulang. Kok sekarang sudah habis? … hmm .. mungkin cartridgenya sudah tidak layak pakai karena sudah terlalu sering diisi ulang!” begitu pikir saya.

Jadi tanpa pikir panjang, sepulang kerja langsung saja mampir bertandang ke toko khusus yang melayani isi ulang. Hanya maksudnya bukan mau minta cartridge diisi ulang, tapi kali ini mau beli cartridge bekas tapi baru diisi ulang.

Berapa mas , harga cartridge bekas warna hitam yang baru diisi ulang ?”
”Seratus empat ribu lima ratus rupiah pak”

Sempat bimbang, bener nggak sih mesti beli cartridge refill baru?! Tapi lah sudahlah … surat itu malam ini harus saya buat, tidak boleh tidak!
Maka dengan sedikit gamang, apa boleh buat, seratus empat ribu lima ratus rupiah sesaat saja sudah berganti menjadi cartridge bekas yang sudah diisi ulang.

Dan sampai dirumah tanpa ba-bi-bu, langsung saja buka cover printer maksud hati mau mengganti cartridge tinta warna hitam. Tapi … olalaaa …. pantas saja nggak bisa ngeprint warna hitam … lha wong seal head cartridgenya masih terpasang!

Nasi sudah menjadi bubur … Gara-gara pikiran terburu-buru, melayang sudah seratus ribu!

Ada saran? :)

Cartridge bekas

30 Comments »




Leave a Reply

CommentLuv Enabled