Pulang berkendara roda dua menikmati angin jalanan

Pulang berkendara roda dua sambil menikmati angin jalanan sungguh menyenangkan. Kadang rasanya seperti jadi pembalap saja. Jika jalanan memungkinkan selalu tak segan memacu laju, membiarkan angin menembus jaket kusam sampai ke baju. Dan kalaupun jalanan terhambat, tinggal menari saja meliuk-liuk diantara deretan roda empat, yang seperti termangu membiarkan waktu berlalu.

Dan bila pulang berkendara roda dua selalu tak lupa berhenti sejenak disepertiga Puncak. Sambil menyeruput secangkir kopi menikmati hijau hamparan teh diperbukitan. Mengagumi Maha Karya Sang Pencipta. Subhanalloh.

Seperti ini dulu bisa sering sekali, sebelum munculnya jalan bebas hambatan yang menjanjikan lebih banyak kenyamanan. Ah yaa … mungkin faktor usia juga, atau terbatasnya waktu luang yang ada. Entahlah … Yang jelas waktu tempuh dua jam sampai tujuan tanpa harus berlelah badan, seringkali berhasil mengurungkan niat pulang berkendara roda dua. Meski untuk itu harus rela melewatkan kesempatan berhenti sejenak disepertiga puncak, menyeruput secangkir kopi sambil menikmati hijau hamparan teh diperbukitan.

Hmm .. entah kapan aku bisa kembali pulang berkendara roda dua sambil menikmati angin jalanan …seperti tempo hari. Memacu laju bergaya pembalap kawakan, meliuk-liuk meninggalkan deretan roda empat yang terhambat, dan teristimewa …. berhenti sejenak disepertiga puncak, menyeruput secangkir kopi sambil menikmati hijau hamparan teh diperbukitan.

Kendaraan Roda Dua

Bagaimana dengan anda? Suka pulang berkendara roda dua sambil menikmati angin jalanan? :)

14 Comments »




Leave a Reply

CommentLuv Enabled