Ramadhan kali ini terasa berbeda

“Ramadhan kali ini terasa berbeda ya?”, begitu kata seorang tetangga saya tempo hari. Dan saya pun meng-amini-nya. Sama persis atau tidak, perasaan saya pun memang mengisyaratkan hal yang sama. Ramadhan kali ini terasa berbeda.

“Wah, kalau saja setiap hari Musholla seperti ini, rasanya luarbiasa ya?”, kata seorang tetangga saya lainnya. Dan lagi-lagi, saya pun meng-amini-nya. Tapi kali ini saya sambil sedikit tersenyum … malu sendiri! :)

Barisan shaf-shaf di Musholla lewat sepekan tarawih Ramadhan kali ini memang menghadirkan suasana teduh. Ada rasa seperti “gayeng”, rukun, bersama, saudara, dan lain sebagainya , lah pokoknya rasanya itu … tentrem!

Status sosial tanggal sudah, yang ada hanya kumpulan orang-orang berkain sarung berjejer rapih memenuhi shaf musholla, tetap disana sampai tarawih usai. Begitu berulang setidaknya sampai lewat sepekan ini.

Dan di Musholla ini pula senyum selalu terkembang manakala bertemu pandang, menjadi penyejuk hati setelah lelah berjibaku dengan kehidupan duniawi sejak pagi.

Yah, Ramadhan kali ini terasa berbeda. Banyak tetangga berlomba ke Musholla.

Bagaimana di tempat anda?

31 Comments »




Leave a Reply

CommentLuv Enabled