Dzulfiqar Faruq
Akhirnya tangisan membahagiakan itu terdengar jua. Senin 7 Desember 2009, pagi yang cerah rasanya semakin indah.
Puji syukur ke hadirat Illahi Rabbi yang telah menganugerahi kami seorang bayi laki-laki. Sebuah anugerah yang sekaligus menjadi titipan amanah.
Dan seperti kali pertama dulu, kali kedua ini pun rasanya tetap penuh sensasi. Rasanya seperti berkelimpahan rejeki. Berkelimpahan yang tak ternilaikan.
Kawan-kawan [...]







