orangtua

3 entries have been tagged with orangtua.

Cerita ini tertunda

cerita ini tertunda karena apa daya hati tak kuasa membaca, mendengar, dan melihat berita. Entah karena saya terlalu sensitif atau ingin dipandang sok empatif (gyah! Bahasanya terlalu dipaksakan yah?)

anyway, rencana awal kepulangan tempo hari selepas Ashar kami akan meneruskan perjalanan ke Boyolali baru setelah itu ke Klaten menemui ibu. Tapi berhubung hari mulai gelap dan sepanjang perjalanan lepas Ashar dari Pedurungan Semarang melintasi Peterongan Pasar Kambing dan terus naik ke Gombel Bukit Agung hujan terus mengguyur, bahkan setelah lewat Ungaran dan bertemu pertigaan Bawen lalu terus lurus menuju Salatiga hujan tidak juga berhenti. Sementara hari mulai gelap maka saya putuskan untuk langsung ke Klaten lewat Kartosuro, pilih jalan yang lebih terang.

Tidak kurang 4 jam akhirnya sampai juga di tengah Kota Klaten, melintasi Mesjid Raya lalu lesehan sejenak mencoba bebek goreng. Ini kali kedua mencicipi menu bebek, dan bebek goreng ini empuk dan gurihnya terasa. Sayang Pak Dadang tak berani mencoba, katanya dia geli kalau ingat gaya “nyocor” bebek sewaktu mencari makanan di persawahan. Zia yang awalnya nggak mau bangun, ternyata juga suka. Mungkin kali ini daging bebek masih lebih empuk ketimbang sate ayam alas roban. Ternyata Kota Klaten ini khas sekali dengan hidangan menu bebek, dua hari berkeliling dimana-mana selalu tampak warung makan menu bebek. Anda sudah pernah mencoba? Kalau belum, tak ada salahnya sekali-sekali mencoba :)

Lepas jam sepuluh malam akhirnya sampai juga di Wedi, dan Ibu tampaknya sudah sedari tadi gelisah menunggu kedatangan kami, hingga saking seringnya duduk berdiri, kali terakhir beliau terjatuh lagi. Bengkak di bibir Ibu masih terlihat jelas saat pertama bertemu. “Duh Buu, maaf yaa, sepanjang jalan tadi hujan, jadi semua kendaraan melaju perlahan-lahan.”

Begitulah kawan, bertemu orangtua setelah sekian lama tak jumpa sudah tentu membuat hati gembira. Dan orangtua sampai kapanpun akhirnya, tak kan pudar rasa sayang pada anaknya. Takkan kering pula petuah agar setiap anak senantiasa berbhakti pada orangtua mereka. Selagi ada maupun tak adanya. Mari berbhakti pada orangtua, sekuat daya kita.

Salam,-

orangtua

(hmm.. photonya rusak)

“Ya Alloh, Ampunilah segala dosa kedua orangtua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kecil. Amin,-”

(*teriring do’a untuk para orangtua di Palestina)



Telusuran Populer
puisi cinta yang tertunda, kisah selingkuh bini orang, puisi cinta tertunda, kata kata tentang perasaan yang tertunda, kata tentang perasaan, cari anak bebek di klaten, kata kata tentang perasaan, puisi isi perasaan yang tertunda, wedi klaten, kata sindiran bagi orang yang kita sayang